September 30, 2012

Esio Trot Is Aruk-aruk

Esio Trot: Aruk-aruk by Roald Dahl
My rating: 3 of 5 stars

Pertama ngeliat sampulnya dan ngeh kalo ini bukunya Opa Dahl, tanpa pikir panjang langsung ditenteng. Apalagi cuma goceng coy...!!! Mantab daahh!!! Masa iyak kagak kita bawa ke kasir?? xp

Sama seperti yang lain-lain, sempet bingung sama judul Esio Trot. Ditambah lagi di bawah ada tambahan kata "Aruk-aruk". Sempet mikir kalo jangan-jangan "aruk-aruk" itu salah satu jenis spesies kura-kura (soalnya di covernya ada Opa Hoppy sama Oma Silver plus kura-kura). Nggak nyangka kalo ternyata "aruk-aruk" itu adalah... JEGEERRR!!!! CETTTAARRRR!!!!!

Yak! Jadi ceritanya si Opa Hoppy yang baru pensiun dan tinggal sendirian tapi pemalu luar biasa ini, jatuh cinta sama tetangganya yang tinggal di bawah apartemennya, namanya Oma Silver. Si Oma, yang janda ini, punya kura-kura kecil namanya Alfie.

Oma pengen Alfie tambah gede, karena kasian ngeliat dia kecil terus begitu. Akhirnya si Opa Hoppy, dengan kecerdikannya, membantu Oma Silver supaya Alfie tambah besar, terus dia jadi dapet cintanya si Oma deh. :D

Di buku "Esio Trot" (ngintip dulu, judulnya susah) ini, saya suka banget sama ilustrasinya yang seperti biasa digambar oleh Quentin Blake. Sejauh ini kayaknya ilustrasi di buku ini yang paling saya suka. Entah kenapa..

Dan Opa Dahl emang jagonya bikin cerita deh. Nggak kebayang seekor kura-kura (yang katanya dulu pernah jadi piaraan paling populer dan gampang ditemukan di Inggris) bisa dibikin sampe jadi cerita yang kayak begini. Jadi pengen ngintip isi otaknya si Opa deh.. (nggak mungkin emang, dan setelah dibayangin ga mau juga deh.. >,<)


View all my reviews

Rose Madder, Sebuah Dunia Dibalik Lukisan

Rose MadderRose Madder by Stephen King
My rating: 2 of 5 stars

Seberapa jauh seorang manusia dapat berbuat kasar dan jahat pada manusia lainnya? Atau dalam kasus ini, seorang suami kepada istrinya?

Seberapa jauh juga sang istri harus bertahan dari sikap kasar suaminya? Apakah ketika ginjalnya mulai rusak karena tak tahan sering dipukul suaminya? Atau ketika tulang rusuknya patah karena suaminya marah atas kesalahan yang tak pernah dilakukannya? Atau ketika bayi yang diidam-idamkan harus direlakan ketika sang suami pulang dalam keadaan murka karena kejadiaan di tempat kerjanya?

Semua hal di atas pernah dialami oleh Rose Daniels, seorang wanita yang telah 14 tahun menikah dengan suaminya, Norman. Rose, yang lebih senang dipanggil Rosie, pernah merasakan berbagai kekerasan yang dilakukan oleh suaminya, yang temperamental, pemarah, namun cerdik.

Lantas, kenapa Rosie tidak melaporkan kepada polisi?

Itu karena Norman adalah seorang polisi. Dan Norman selalu mencekoki kepala Rosie, bahwa setiap polisi adalah bersaudara. Norman juga seorang detektif polisi yang handal, sehingga Rosie tidak berani kabur dari kekejamannya, dan memutuskan untuk menerima semuanya seorang diri. Hingga pada suatu hari, beberapa tahun setelah ia keguguran dan kehilangan anak yang selalu diidamkannya, Rosie melihat sebercak darah pada kasurnya. Darah bekas kekerasan Norman yang ia pikir sudah sembuh, tapi tampaknya masih menyisakan luka dalam di hidungnya.

Rosie sudah tidak tahan. Ia kabur dari rumah itu, membawa ATM milik Norman dan pergi jauh ke utara.

September 28, 2012

If I Stay... Jika Ku Tetap Di Sini...



Jika Aku Tetap Di Sini (If I Stay, #1)Jika Aku Tetap Di Sini by Gayle Forman
My rating: 3 of 5 stars

Bagaimana rasanya jika kehidupanmu yang sempurna direnggut darimu? Jika keluarga yang kau cintai dan sangat mencintaimu meninggalkan dirimu, di suatu pagi yang seharusnya menjadi salah satu hari indah dalam hidupmu? Jika tubuhmu yang sehat dalam sekejap harus terbaring lemah antara kehidupan dan kematian di ruangan ICU rumah sakit?

Dan kau harus memilih...

Tetap hidup dengan lubang menganga dan rasa sakit yang tak akan pernah hilang untuk selamanya. Atau meninggalkan dunia ini untuk bergabung dengan keluarga yang kau cintai yang berarti kau harus meninggalkan mereka yang masih hidup? Sahabat yang kau sayangi, pacar yang kau cintai, nenek dan kakek yang memujamu, dan... kehidupan itu sendiri...

September 23, 2012

Dongeng Untuk Dewasa, Di Balik Tembok...

Serbuk Bintang by Neil Gaiman
My rating: 4 of 5 stars

Kata siapa orang dewasa tak butuh dongeng?

Kalau tidak, Mr. Gaiman tidak perlu sulit-sulit membuat buku ini untuk memuaskan hati orang-orang dewasa, yang memiliki imajinasi dan impian tinggi terhadap dunia peri, penyihir, binatang-binatang ajaib, kurcaci, dsb. Sayang, tidak ada naga di kisah ini, karena dengan begitu mungkin ceritanya akan terasa lebih lengkap.. ^^

Yah, walaupun tanpa naga tetapi cerita "Stardust" sudah cukup untuk memuaskan hati saya yang ingin membaca kisah fantasi. Ditambah lagi, kisah ini semakin lengkap dengan adanya bumbu romantisme di dalamnya.

Stardust adalah buku ke-3 Neil Gaiman yang saya baca. Dari tiga bukunya yang sudah saya baca itu (Coraline, The Day I Swapped.., dan Stardust), tampaknya Mr. Gaiman selalu menyajikan hal yang berbeda-beda untuk saya. Yah, semuanya memang masih ada benang merahnya sih, yaitu dibalut dengan ketidakbiasaan. Hehehe

September 14, 2012

The Look: Jadi Supermodel Atau Supersister?


The Look The Look by Sophia Bennett
My rating: 4 of 5 stars

Apa yang kau pikirkan jika ketika kau sedang mengamen berdua dengan kakakmu--yang sebenarnya nggak punya kemampuan di bidang musik--untuk menambah uang saku, lalu ada seorang lelaki menghampirimu dan menawarimu untuk menjadi model?

Spicles. Bingung. Nggak percaya. Dan menganggap kalau dirimu sedang ditipu.

Yah, perasaan itulah yang dirasakan oleh Ted Trout. Soalnya, mana mungkin cewek dengan tinggi hampir 185 cm, alis mata yang menyatu, dan rambut seperti sarang burung kayak dia ditawari jadi model. Bahkan Ava, kakak Ted, juga menganggap kalau mereka sedang ditipu. Ava yang cantik, memesona, dan mengagumkan. Oh, jangan lupa kalo Mum juga berpendapat gadis ciliknya ditipu, walaupun model terkenal Lily Cole itu juga ditemukan di sekitar tempat Ted dan Ava mengamen hari itu.

Kehidupan memang agak berat bagi Ted dan Ava, sejak ayah mereka di-PHK dari universitas tempatnya bekerja. Mereka harus pindah dari rumah mereka yang nyaman di Richmond, ke sebuah flat kecil. Kini ia juga harus berbagi kamar dengan Ava, karena memiliki kamar sendiri adalah keinginan yang terlalu mewah. Sejak Dad di-PHK, Mum harus menjadi tulang punggung keluarga, sehingga Ted dan Ava pun harus menjadi lebih mandiri.

Kejadian di hari itu segera dilupakan oleh Ted. Meskipun sebenarnya sih, dia agak-agak tersanjung juga. Soalnya, model itu kan cantik-cantik... Dan nggak ada orang yang pernah bilang kalau Ted itu cantik. Kalau Ava sih memang cantik.. Tapi Ted? Yang ada dia justru dipanggil raksasa di sekolahnya, karena tingginya yang hampir sama dengan anak lelaki itu. Jadi, kenapa orang itu justru memilih Ted dan bukan Ava?

September 9, 2012

Breakfast at Tiffany's


Breakfast at Tiffany'sBreakfast at Tiffany's by Truman Capote
My rating: 3 of 5 stars

Dilema antara ngasih 3,1 sampe 3,9 bintang. Jadinya saya kasih 3 dulu deh, mungkin nanti kalo baca ulang bintangnya bisa nambah.

Ceritanya unik, tentang seorang gadis bernama Holly Golightly yang cantik jelita dan selalu membuat pria-pria bertekuk lutut karena sikapnya. Nggak terkecuali narator dalam buku ini, yang entah nama aslinya siapa... Kalo persi pilemnya sih namanya Paul, tapi setelah saya gugling2 ternyata memang ga dikasih nama. Ffiuh.. Syukurlah, ternyata memang bukan otak saya yang nggak prima.. #lapkeringet #eh

Nah, kisah si Holly ini dituturkan dari si narator yang dipanggil Fred sama Holly. Soalnya, si narator "aku" ini menurut Holly mirip banget sama abangnya, Fred, yang kayaknya punya keterbelakangan mental terus masuk ke angkatan bersenjata Amrik (jadi inget Forrest Gump).

Mungkin kalo saya baca aslinya, jadi lebih berasa banget kesan glamournya kehidupan Holly ketika itu kali ya? (Beuh, kayak sanggup aja baca Englishnya.. Itu udah berapa buku Engrish yang dicuekin di kamar coba? -____-) Iya, sih... Ehtapi, suka-suka saya dong. Kan cuman berharap doang. Masalah buat situ??

Hhhmm.. Apa lagi ya? Oh iya, karakternya Holly kuat banget. Hidup dengan pace-nya sendiri. Nggak peduli sama sekitar. Yah, pokoknya hidupnya dia ya buat dia sendiri gitu.

Yang bikin saya takjub sih, ternyata meskipun ketika itu dunia lagi dilanda perang dunia kedua (latarnya di PD II nih), orang-orang yang tinggal di New York itu masih bisa ngerasain pesta-pesta nan glamour dan mewah, seolah-olah di luar sana nggak ada pesawat tempur lagi nembak-nembakin musuh atau meriam-meriam dan buldoser eh tank lagi ngeratain rumah dengan tanah. Hhhmm... Mungkin memang ada kota-kota yang dilindungi oleh kode etik dan nggak boleh diserang sama musuh kayanya ya.. Atau memang karena si Amrik ini letaknya kejauhan dari perang fisik yang sebagian besar ada di Eropa ya??

Lah, jadi ngomongin perangnya. Okelah, sekian ripiu dari saya.

PS1. Btw, si Audrey Hepburn cantik banget yak.. Jadi pengen nonton filemnya.. #eh.. ^^;

PS2. Btw lagi, saya butuh waktu beberapa hari buat ngabisin nih buku bukan karena nggak sanggup loh, ya. Tapi karena saya bacanya selang seling sama buku lain... (So what?? Penting gitu pake djelasin sgala?? =__=)


View all my reviews

September 30, 2012

Esio Trot Is Aruk-aruk

Esio Trot: Aruk-aruk by Roald Dahl
My rating: 3 of 5 stars

Pertama ngeliat sampulnya dan ngeh kalo ini bukunya Opa Dahl, tanpa pikir panjang langsung ditenteng. Apalagi cuma goceng coy...!!! Mantab daahh!!! Masa iyak kagak kita bawa ke kasir?? xp

Sama seperti yang lain-lain, sempet bingung sama judul Esio Trot. Ditambah lagi di bawah ada tambahan kata "Aruk-aruk". Sempet mikir kalo jangan-jangan "aruk-aruk" itu salah satu jenis spesies kura-kura (soalnya di covernya ada Opa Hoppy sama Oma Silver plus kura-kura). Nggak nyangka kalo ternyata "aruk-aruk" itu adalah... JEGEERRR!!!! CETTTAARRRR!!!!!

Yak! Jadi ceritanya si Opa Hoppy yang baru pensiun dan tinggal sendirian tapi pemalu luar biasa ini, jatuh cinta sama tetangganya yang tinggal di bawah apartemennya, namanya Oma Silver. Si Oma, yang janda ini, punya kura-kura kecil namanya Alfie.

Oma pengen Alfie tambah gede, karena kasian ngeliat dia kecil terus begitu. Akhirnya si Opa Hoppy, dengan kecerdikannya, membantu Oma Silver supaya Alfie tambah besar, terus dia jadi dapet cintanya si Oma deh. :D

Di buku "Esio Trot" (ngintip dulu, judulnya susah) ini, saya suka banget sama ilustrasinya yang seperti biasa digambar oleh Quentin Blake. Sejauh ini kayaknya ilustrasi di buku ini yang paling saya suka. Entah kenapa..

Dan Opa Dahl emang jagonya bikin cerita deh. Nggak kebayang seekor kura-kura (yang katanya dulu pernah jadi piaraan paling populer dan gampang ditemukan di Inggris) bisa dibikin sampe jadi cerita yang kayak begini. Jadi pengen ngintip isi otaknya si Opa deh.. (nggak mungkin emang, dan setelah dibayangin ga mau juga deh.. >,<)


View all my reviews

Rose Madder, Sebuah Dunia Dibalik Lukisan

Rose MadderRose Madder by Stephen King
My rating: 2 of 5 stars

Seberapa jauh seorang manusia dapat berbuat kasar dan jahat pada manusia lainnya? Atau dalam kasus ini, seorang suami kepada istrinya?

Seberapa jauh juga sang istri harus bertahan dari sikap kasar suaminya? Apakah ketika ginjalnya mulai rusak karena tak tahan sering dipukul suaminya? Atau ketika tulang rusuknya patah karena suaminya marah atas kesalahan yang tak pernah dilakukannya? Atau ketika bayi yang diidam-idamkan harus direlakan ketika sang suami pulang dalam keadaan murka karena kejadiaan di tempat kerjanya?

Semua hal di atas pernah dialami oleh Rose Daniels, seorang wanita yang telah 14 tahun menikah dengan suaminya, Norman. Rose, yang lebih senang dipanggil Rosie, pernah merasakan berbagai kekerasan yang dilakukan oleh suaminya, yang temperamental, pemarah, namun cerdik.

Lantas, kenapa Rosie tidak melaporkan kepada polisi?

Itu karena Norman adalah seorang polisi. Dan Norman selalu mencekoki kepala Rosie, bahwa setiap polisi adalah bersaudara. Norman juga seorang detektif polisi yang handal, sehingga Rosie tidak berani kabur dari kekejamannya, dan memutuskan untuk menerima semuanya seorang diri. Hingga pada suatu hari, beberapa tahun setelah ia keguguran dan kehilangan anak yang selalu diidamkannya, Rosie melihat sebercak darah pada kasurnya. Darah bekas kekerasan Norman yang ia pikir sudah sembuh, tapi tampaknya masih menyisakan luka dalam di hidungnya.

Rosie sudah tidak tahan. Ia kabur dari rumah itu, membawa ATM milik Norman dan pergi jauh ke utara.

September 28, 2012

If I Stay... Jika Ku Tetap Di Sini...



Jika Aku Tetap Di Sini (If I Stay, #1)Jika Aku Tetap Di Sini by Gayle Forman
My rating: 3 of 5 stars

Bagaimana rasanya jika kehidupanmu yang sempurna direnggut darimu? Jika keluarga yang kau cintai dan sangat mencintaimu meninggalkan dirimu, di suatu pagi yang seharusnya menjadi salah satu hari indah dalam hidupmu? Jika tubuhmu yang sehat dalam sekejap harus terbaring lemah antara kehidupan dan kematian di ruangan ICU rumah sakit?

Dan kau harus memilih...

Tetap hidup dengan lubang menganga dan rasa sakit yang tak akan pernah hilang untuk selamanya. Atau meninggalkan dunia ini untuk bergabung dengan keluarga yang kau cintai yang berarti kau harus meninggalkan mereka yang masih hidup? Sahabat yang kau sayangi, pacar yang kau cintai, nenek dan kakek yang memujamu, dan... kehidupan itu sendiri...

September 23, 2012

Dongeng Untuk Dewasa, Di Balik Tembok...

Serbuk Bintang by Neil Gaiman
My rating: 4 of 5 stars

Kata siapa orang dewasa tak butuh dongeng?

Kalau tidak, Mr. Gaiman tidak perlu sulit-sulit membuat buku ini untuk memuaskan hati orang-orang dewasa, yang memiliki imajinasi dan impian tinggi terhadap dunia peri, penyihir, binatang-binatang ajaib, kurcaci, dsb. Sayang, tidak ada naga di kisah ini, karena dengan begitu mungkin ceritanya akan terasa lebih lengkap.. ^^

Yah, walaupun tanpa naga tetapi cerita "Stardust" sudah cukup untuk memuaskan hati saya yang ingin membaca kisah fantasi. Ditambah lagi, kisah ini semakin lengkap dengan adanya bumbu romantisme di dalamnya.

Stardust adalah buku ke-3 Neil Gaiman yang saya baca. Dari tiga bukunya yang sudah saya baca itu (Coraline, The Day I Swapped.., dan Stardust), tampaknya Mr. Gaiman selalu menyajikan hal yang berbeda-beda untuk saya. Yah, semuanya memang masih ada benang merahnya sih, yaitu dibalut dengan ketidakbiasaan. Hehehe

September 14, 2012

The Look: Jadi Supermodel Atau Supersister?


The Look The Look by Sophia Bennett
My rating: 4 of 5 stars

Apa yang kau pikirkan jika ketika kau sedang mengamen berdua dengan kakakmu--yang sebenarnya nggak punya kemampuan di bidang musik--untuk menambah uang saku, lalu ada seorang lelaki menghampirimu dan menawarimu untuk menjadi model?

Spicles. Bingung. Nggak percaya. Dan menganggap kalau dirimu sedang ditipu.

Yah, perasaan itulah yang dirasakan oleh Ted Trout. Soalnya, mana mungkin cewek dengan tinggi hampir 185 cm, alis mata yang menyatu, dan rambut seperti sarang burung kayak dia ditawari jadi model. Bahkan Ava, kakak Ted, juga menganggap kalau mereka sedang ditipu. Ava yang cantik, memesona, dan mengagumkan. Oh, jangan lupa kalo Mum juga berpendapat gadis ciliknya ditipu, walaupun model terkenal Lily Cole itu juga ditemukan di sekitar tempat Ted dan Ava mengamen hari itu.

Kehidupan memang agak berat bagi Ted dan Ava, sejak ayah mereka di-PHK dari universitas tempatnya bekerja. Mereka harus pindah dari rumah mereka yang nyaman di Richmond, ke sebuah flat kecil. Kini ia juga harus berbagi kamar dengan Ava, karena memiliki kamar sendiri adalah keinginan yang terlalu mewah. Sejak Dad di-PHK, Mum harus menjadi tulang punggung keluarga, sehingga Ted dan Ava pun harus menjadi lebih mandiri.

Kejadian di hari itu segera dilupakan oleh Ted. Meskipun sebenarnya sih, dia agak-agak tersanjung juga. Soalnya, model itu kan cantik-cantik... Dan nggak ada orang yang pernah bilang kalau Ted itu cantik. Kalau Ava sih memang cantik.. Tapi Ted? Yang ada dia justru dipanggil raksasa di sekolahnya, karena tingginya yang hampir sama dengan anak lelaki itu. Jadi, kenapa orang itu justru memilih Ted dan bukan Ava?

September 9, 2012

Breakfast at Tiffany's


Breakfast at Tiffany'sBreakfast at Tiffany's by Truman Capote
My rating: 3 of 5 stars

Dilema antara ngasih 3,1 sampe 3,9 bintang. Jadinya saya kasih 3 dulu deh, mungkin nanti kalo baca ulang bintangnya bisa nambah.

Ceritanya unik, tentang seorang gadis bernama Holly Golightly yang cantik jelita dan selalu membuat pria-pria bertekuk lutut karena sikapnya. Nggak terkecuali narator dalam buku ini, yang entah nama aslinya siapa... Kalo persi pilemnya sih namanya Paul, tapi setelah saya gugling2 ternyata memang ga dikasih nama. Ffiuh.. Syukurlah, ternyata memang bukan otak saya yang nggak prima.. #lapkeringet #eh

Nah, kisah si Holly ini dituturkan dari si narator yang dipanggil Fred sama Holly. Soalnya, si narator "aku" ini menurut Holly mirip banget sama abangnya, Fred, yang kayaknya punya keterbelakangan mental terus masuk ke angkatan bersenjata Amrik (jadi inget Forrest Gump).

Mungkin kalo saya baca aslinya, jadi lebih berasa banget kesan glamournya kehidupan Holly ketika itu kali ya? (Beuh, kayak sanggup aja baca Englishnya.. Itu udah berapa buku Engrish yang dicuekin di kamar coba? -____-) Iya, sih... Ehtapi, suka-suka saya dong. Kan cuman berharap doang. Masalah buat situ??

Hhhmm.. Apa lagi ya? Oh iya, karakternya Holly kuat banget. Hidup dengan pace-nya sendiri. Nggak peduli sama sekitar. Yah, pokoknya hidupnya dia ya buat dia sendiri gitu.

Yang bikin saya takjub sih, ternyata meskipun ketika itu dunia lagi dilanda perang dunia kedua (latarnya di PD II nih), orang-orang yang tinggal di New York itu masih bisa ngerasain pesta-pesta nan glamour dan mewah, seolah-olah di luar sana nggak ada pesawat tempur lagi nembak-nembakin musuh atau meriam-meriam dan buldoser eh tank lagi ngeratain rumah dengan tanah. Hhhmm... Mungkin memang ada kota-kota yang dilindungi oleh kode etik dan nggak boleh diserang sama musuh kayanya ya.. Atau memang karena si Amrik ini letaknya kejauhan dari perang fisik yang sebagian besar ada di Eropa ya??

Lah, jadi ngomongin perangnya. Okelah, sekian ripiu dari saya.

PS1. Btw, si Audrey Hepburn cantik banget yak.. Jadi pengen nonton filemnya.. #eh.. ^^;

PS2. Btw lagi, saya butuh waktu beberapa hari buat ngabisin nih buku bukan karena nggak sanggup loh, ya. Tapi karena saya bacanya selang seling sama buku lain... (So what?? Penting gitu pake djelasin sgala?? =__=)


View all my reviews