December 31, 2012

The Girl Who Kicked The Hornets' Nest


The Girl Who Kicked the Hornet's Nest by Stieg Larsson
My rating: 5 of 5 stars

Pertama-tama saya ingin memberikan penghargaan kepada Lisbeth Salander, yang kini secara resmi menjadi tokoh fiksi wanita tervaforit buat saya, setelah sebelumnya ditempati oleh Hermione Granger. Lisbeth yang kuat, cerdas, tegar, penuh percaya diri, dan tidak peduli pada apa yang dipikirkan oleh orang, meskipun itu berarti bahwa seluruh dunia memusuhinya.

Setelah menutup lembaran terakhir "The Girl Who Kicked The Hornets' Nest", saya harus menahan napas dan merasa sedikit tidak rela, karena berarti saya harus berpisah dengan Salander. Apalagi, benar-benar udah nggak mungkin ada sekuel dari novel trilogi ini, mengingat pengarangnya sudah meninggal dunia (secara tiba-tiba).

Sulit bagi saya untuk menuliskan review dari buku ketiga ini, karena banyak sekali hal yang ingin saya sampaikan, tapi di saat yang bersamaan saya juga ingin menutupinya, agar Anda sendiri yang menemukan perasaan dan sensasi seperti yang saya rasakan ketika membaca buku ini.

Cerita dibuka dengan Salander yang telah dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Setelah adegan-adegan yang bikin ngilu di akhir buku kedua, Salander ditemukan dalam keadaan pingsan oleh Kalle Bajingan Blomkvist, yang langsung memanggil ambulans, yang membawa gadis itu pergi dari hadapannya. Zalachenko pun turut dilarikan ke Rumah Sakit bersama Salander.

Nyawa Salander terancam. Ia dalam keadaan kritis setelah sebutir peluru bersarang di otaknya. Kemungkinannya untuk selamat hanya 50:50. Ia berada dalam kondisi antara hidup dan mati, dan tidak ada yang tahu mana yang lebih baik baginya. Tetap hidup, dengan gelar buronan yang masih belum diturunkan dari pundaknya, meski polisi akhirnya tahu ia tidak bersalah atas pembunuhan tiga orang di buku sebelumnya, ataukah mati sementara orang yang dibencinya dan ingin dibunuhnya ternyata mengalami nasib lebih baik darinya.

Belum lagi musuh yang harus dihadapinya jika ia tetap bertahan hidup. Musuh yang bahkan tak ia ketahui wujudnya, tapi sedang mengadakan sebuah konspirasi besar untuk menghancurkan hidupnya. Musuh yang berdiri atas nama hukum dan pemerintah, yang melindungi orang brengsek demi melindungi apa yang mereka sebut sebagai keamanan negara dan stabilitas nasional.

Rangkaian peristiwa demi peristiwa di buku ketiga ini dijalin dengan apik oleh Stieg Larsson. Mulai dari kejadian di rumah sakit, ketika Salander dan Zalachenko sedang berjuang untuk sama-sama mempertahankan hidup mereka, proses memata-matai antara kelompok Zalachenko dan Kelompok Ksatria Meja Gila (kelompoknya Salander) yang bikin jantungan, hingga proses persidangan yang bikin saya pengen standing applause saking serunya.

Belum lagi deskripsi Om Larsson yang luar biasa mendetail dalam menggambarkan satu peristiwa ataupun tokoh, yang bikin saya memvisualisasikannya dengan baik. Yah, meskipun kalau pas lagi horor, ikutan meringis-ringis juga, karena ngerasa ada gambar yang main di kepala selama baca kisahnya itu. Salah satu deskripsi yang menurut saya rada-rada nggak penting adalah tentang Monica Figuerola. Soalnya saya juga nggak gitu suka sama dia.. xDD #subjektif Eh, biarin aja kalee.. Ini kan ripiu saya. Suka-suka saya dong mau suka sama tokoh yang mana dan nggak suka sama tokoh yang mana. Emangnya situ punya hak apa ngatur-ngatur biar ripiu saya objektif? #eh #ngomel sendiri

Oh iyak, saya mau ngomel sekali lagi sama Mikael Blomkvist. Isshh.. Tuh cowok ngeselin banget yaaa -____- Saya memang nggak meragukan dedikasinya untuk Salander, tapi saya nggak bisa ngerti aja sama dia yang nggak bisa hidup hanya dengan satu perempuan saja. Udah kayak A*i*l aja... Selama ada cewek yang cakep dan oke, langsung digaet semua. Nggak sadar ya kamu tuh udah nyakitin hatinya Salander??!! Nggak sadar ya kalo kamu juga udah nyakitin hati banyak cewek lainnya?? Nggak jelas banget sih nih orang!! #misuhmisuh

Dan sekarang... Saya harus mengucapkan selamat tinggal pada seri Millenium ini.. TT___TT Padahal kalo Stieg Larsson masih hidup, cerita ini masih akan terus bersambung, hingga 10 seri!! Bahkan menurut sumber yang saya baca, buku keempat sebenarnya sudah hampir rampung. Memang masih ada beberapa misteri di kehidupan Salander yang belum terpecahkan. Salah satunya mengenai saudara kembarnya, yang sama misteriusnya dengan Lisbeth. Mungkin saja buku-buku selanjutnya akan membahas tentang itu.

Selamat berpisah Kakak Lisbeth. Saya tahu, Anda memang orang yang aneh, nyentrik, antisosial, nggak mudah dekat dengan orang lain, cuek, dan juga pendendam. Tapi saya juga tahu bahwa di saat yang bersamaan kamu juga seorang yang sangat rapuh, kuat, cerdas, loyal, dan jauh di hati yang terdalam membutuhkan perhatian dari orang lain. Bagi saya, kamu adalah tokoh wanita berkarakter paling kuat yang pernah saya baca. Selain tentu paling unik juga. Masa lalumu yang mengerikan telah menempamu untuk menjadi sosok yang sangat-sangat luar biasa dan berbeda dari manusia awam lainnya. Hanya satu pesan saya, jangan terlalu kejam pada dirimu sendiri.

Selamat jalan Om Larsson. Entah kenapa saya percaya kalau ada yang aneh dengan kematian Anda. Tapi memang begitulah manusia dan kehidupan. Yang tampak di permukaan itu hanya sebagian kecil sahaja, sedangkan tampak besarnya masih tersembunyi di bawah permukaan. Entah akan terungkap selama manusia masih bernapas di bumi, ataukah terungkapkan di akhirat nanti.

Terima kasih juga Om Larsson, karena udah buat cerita yang begitu luar biasa. Nggak nyangka juga kalau salah satu negara paling sejahtera dan paling aman di dunia ternyata memiliki sisi gelap yang mengerikan. Yah, pasti semuanya memang seperti dua sisi mata uang sih yaa... Ada kebaikan pasti ada kejahatan juga. Dan manusia selalu bisa memilih ingin berdiri di pihak yang mana...

PS. Ripiu akan diapdet kalo udah nonton pilem terakhirnya
P.S lagi. Masih rada-rada nggak rela pisah sama Lisbeth Salander.
Lagi-lagi P.S. Sengaja diunggah di hari terakhir 2012. Soalnya, saya nyelesaiin bukunya selama tahun 2012 ini juga.. :DD

View all my reviews

Sehari Bersamamu...


For One More Day by Mitch Albom
My rating: 3 of 5 stars

Manusia memiliki kecenderungan untuk menyesali apa yang telah dilakukannya di masa lalu. Mereka—saya—seringkali lupa bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu tak akan bisa diubah, sekeras apapun usaha kita. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah hari ini, dan merencanakan masa depan.

Sama seperti kebanyakan dari kita, Charles “Chick” Benetto juga merasakan penyesalan karena masa lalu yang tak dapat diubahnya. Masa lalu itu telah menggerogoti dirinya, hingga hidupnya hancur berantakan karenanya. Apakah masa lalu itu, yang begitu disesalinya hingga ia merasa tak pantas untuk hidup lagi?

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, ibu Chick meninggal dunia. Sayangnya, ia tidak ada di sana ketika ibunya itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Yang paling membuat Chick merasa bersalah adalah, ia tidak ada di samping ibunya, karena ia bertemu dengan ayahnya yang telah mencampakkan keluarga mereka. Untuk apa Chick menemui ayahnya? Setelah kedua orang tuanya bercerai, Chick memang selalu berada di bawah bayang-bayang ayahnya. Sebagai anak lelaki tertua, ia berusaha untuk bisa merebut perhatian ayahnya, karena ayahnya dulu pernah berkata bahwa ia harus memilih, jadi anak ayah atau anak ibu. Chick memilih yang pertama, meskipun yang terakhir telah memberikan banyak hal untuk dirinya, mengorbankan banyak hal untuk kehidupannya, dan rela melakukan apapun untuknya...

Chick merasa menyesal. Sangat menyesal. Ia baru sadar setelah ibunya meninggal, betapa berartinya arti sang ibu bagi kehidupannya. Ibunyalah yang telah mendukungnya dan meyakinkannya bahwa dia diinginkan. Bahwa dia dicintai. Kehilangan ibunya telah meninggalkan luka menganga di dirinya, hingga tanpa sadar ia mulai menghancurkan kehidupannya sendiri... Menelantarkan keluarga, minum-minuman keras, bercerai dengan istrinya...

Hingga puncaknya, ia memutuskan untuk bunuh diri, ketika putrinya sendiri tidak mengundangnya ke pesta pernikahannya...

Book Kaleidoscope 2012: 5 Most Favorite Books



Akhirnya tiba juga di akhir tahun 2012. Tahun ini benar-benar cepat banget berlalunya buat saya. Berasa cuma sekedip mata aja.. #lebay Berbeda dengan tahun 2011, yang rasanya kok nggak abis-abis... Mungkin karena di tahun 2012 ini saya lebih menikmati apa-apa yang saya lakukan. Emang deh, ketika kita udah senang melakukan sesuatu, maka waktu pun nggak akan terasa begitu cepat berlalunya. Hahaa
Setelah membuat post tentang Best Book Boyfriends dan Best Book Covers 2012, kini saya akan membuat challenge terakhir rangkaian Book Kaleidoscope 2012 dari blog-nya Mbak Fanda di Fanda Clasiclit, yaitu.... Top Five Most Favorite Books of 2012. 

Nah, dari 118 buku yang masuk daftar Goodreads Challenge 2012 saya, inilah buku-buku terfavorit saya di tahun ini.
5. 5 centimeters per second

Komik ini masuk ke peringkat lima karena ceritanya bikin depresi. Meskipun bikin depresi, tapi manga-nya ini masih jauh lebih baik dari animenya, yang bikin saya pengen nyekek si tokoh utamanya, Toono Takaki. Kisah ini berpusat pada penyesalan Takaki yang nggak berusaha untuk mempertahankan dan mengungkapkan perasaannya ke si Akari. Keliatan banget deh di sini betapa nyebelinnya cowok Jepang yang tipenya “tukang makan rumput”... -__-
Oh iya, saya juga suka banget sama soundtrack animenya, yang judulnya “One More Time, One More Chance”.

Kore ijyou nani wo ushinaeba kokoro wa yurusareru no
Dore hodo no itaminaraba mou ichido kimi ni aeru
One more time kisetsuyo utsurowanaide
One more time fuzakeatta jikan yo
If I lose any more than this, will my heart be forgiven
How much pain i should endure before I can see you again
One more time,  please don't change the season
One more time to the time when we fool around

Itsudemo sagashiteiruyo dokka ni kimi no sugata wo
Kousaten demo yume no naka demo
Konna toko ni iru hazu mo nai noni
Kiseki ga moshimo okoru nara ima sugu kimi ni misetai
Atarashii asa kore kara no boku
Aenakatta "suki" to iu kotoba mo
I am always searching somewhere for you
Even at the intersection and dream
Even though I know you won't be here
If miracle was to happen, I want to show it to you right now
A new morning, completely new me
I'd tell you what I couldn't say before, "I love you."
Jadi, apa arti 5 cm per second yang jadi judul manga ini? Itu adalah kecepatan jatuh bunga sakura di musim semi...
4. The World of Chrestomanci series

Saya memang baru baca tiga serinya sih, tapi saya udah jatuh cinta sama Chrestomanci, sampe-sampe dia masuk ke jajaran book boyfriends tahun ini.. :D Sejauh ini, yang paling saya suka itu buku kedua, “The Magicians of Caprona”. Lucu aja gitu ngebayangin dua keluarga penyihir Italia, saling berantem pake sihir, tapi sihirnya harus dinyanyiin! xD Ga kebayang deh gimana hebohnya itu pertarungan...
3. Mystic River

Setelah hampir lima tahun teronggok begitu saja (karena dulu menyerah di halaman-halaman pertama), akhirnya dengan niat mantap saya mencoba untuk melibas buku ini. Dan kali ini, saya berhasil...!! #tebarconfetti #taburbunga #lemparduit ~(‾‾~)~(‾‾)~(~‾‾)~
Karena udah berhasil, sayang dong kalo nggak masuk ke jajaran buku favorit saya tahun ini... XD Buku ini bener-bener bikin depresi di awal, tegang di tengah (eh, di sepanjang buku sih), dan pengen ngudak-ngudak orang di akhir. Dibuka dengan kematian dan diakhiri dengan kematian. Benar-benar kayak dementor, yang menyedot kebahagiaan manusia... Haauuunnnngggg #suaraserigala
2. The Hobbit

Nggak tahu deh harus komentar apa tentang buku yang satu ini. Yang jelas, J.R.R. Tolkien benar-benar memukau saya lewat kisah petualangan Bilbo Baggins dan 12 kurcaci di “The Hobbit” ini. Ketika menutup buku, saya merasakan berbagai perasaan yang campur aduk, mulai dari takjub hingga terharu. Eyang Tolkien benar-benar telah menjadi penulis favorit saya sepanjang masa. Luar biasa!
1.    Millenium Series


Tiga seri “Millenium” saya babat habis di tahun ini. Mulai dari “The Girl with the Dragon Tattoo” di awal tahun, lanjut dengan “The Girl Who Played with Fire” di pertengahan tahun, dan ditutup dengan “The Girl Who Kicked the Hornet’s Nest”. Kisah tentang Lisbeth Salander, cewek antisosial yang sering disalahpahami orang dan dianggap idiot, tapi sebenarnya sangat cerdas ini, mampu menghipnotis saya. Sang pengarang, Stieg Larrson, dengan begitu piawai meramu kisah gadis yang begitu unik ini hingga dunia nggak akan lupa, meskipun si om-nya sekarang udah tiada... :’( Sedih juga harus berpisah dengan Salander. Kalo Stieg Larrson masih hidup, kisah ini bakal terus berlanjut sampai sepuluh seri! Dan saya rasa, saya akan menjadi pembaca setianya, sambil terus menanti dengan tidak sabar, kejahatan dan skandal menggemparkan macam apa yang akan diungkap oleh Om Larrson di buku-bukunya... Jadi, pantaslah jika buku ini menjadi buku favorit saya nggak hanya di tahun 2012 ini, tapi juga untuk seterusnya... :)
Nah, itulah buku-buku favorit saya di tahun ini. Sebenarnya cukup sulit bagi saya untuk memilihnya, tapi ya, itulah buku-buku yang saya pikir paling berkesan dibaca di tahun ini. Tahun 2013 mendatang, saya udah ikutan beberapa challenge, yang saya harap bisa menurunkan timbunan-timbunan saya.. Dan bukan jadi alasan untuk menambah timbunan-timbunan baru... Doakan saya yaa!!

December 28, 2012

The Girl Who Played With Fire

The Girl Who Played with Fire by Stieg Larsson
My rating: 5 of 5 stars

Well, sebenarnya saya sudah menamatkan buku kedua trilogi Millenium ini dari beberapa bulan yang lalu (Mei tepatnya.. Lama amat ya boo.. Baru dibikin ripiunya desember). Namun entah kenapa waktu itu mood saya buat nulis ripiu lagi nggak ada. Jadilah ini buku terbengkalai tanpa saya ripiu.

Nah, karena saya mau menamatkan seri ini dengan membaca buku ketiganya, jadi saya akan mengerahkan segenap kemampuan saya untuk membuat ripiu dari buku kedua Trilogi Salander dan Blomkvist, "The Girl Who Played With Fire".

Di buku kedua ini, seluruh dunia seakan berkonspirasi untuk melawan Lisbeth Salander, sang heroin kita yang terjebak dalam suatu sistem kekuasaan yang bersatu padu untuk menghancurkan dirinya.

Kejadiannya bermula ketika Salander dituduh membunuh sepasang kekasih yang sedang melakukan penelitian mengenai sex trafficking. Mereka memang bukan sepasang pria dan wanita biasa, karena Dag Svensson adalah seorang wartawan yang memiliki data lengkap tentang permasalahan traficking di Swedia, dan ia sedang bekerja di kantor Millenium bersama Mikael Blomkvist untuk mengungkapkan hal itu. Sementara sang pacar, Mia Johansson, sedang menyelesaikan tesisnya yang berjudul "From Russia with Love", yang mengambil tema serupa, yaitu mengenai para pelacur yang dibawa dari negara-negara Eropa Timur, tapi tidak sedikit yang berakhir hanya tinggal nama saja. Tak perlu diherankan lagi bahwa karya pasangan Svensson-Johansson ini akan memberi tamparan keras bagi Swedia, termasuk juga para anggota pemerintahan dan kepolisian yang mungkin terseret ke dalamnya. Penelitian mereka sangat berisiko, dan nyawa merekalah taruhannya...

Dan.. Benar saja. Kedua pasangan ini ditemukan tewas dengan peluru bersarang di kepala mereka. Senjata pelaku yang tertinggal di TKP menunjukkan bahwa Salander-lah pembunuhnya. Tak lama setelah itu, ditemukan lagi sesosok mayat di sebuah apartemen, yang ternyata adalah wali Salander, Nils Bjurman. Ia pun dibunuh dengan senjata yang sama dengan pasangan Svensson-Johannson. Dengan semua bukti yang ada itu, wajar saja jika semua orang percaya bahwa Salander-lah pelakunya.


Book Kaleidoscope 2012: Top Five Book Covers



Setelah di post sebelumnya saya membeberkan lelaki-lelaki (di dalam buku) yang telah mengisi ruang di hati saya, sekarang saya mau menjembrengkan (apa deh.. kayak jemuran aje) sampul-sampul buku terbaik dari buku yang saya baca di tahun 2012 ini.
Oh iya, ini masih dalam rangka Book Kaleidoscope-nya Mbak Fanda di Classiclit. So, apa aja cover-cover buku favorit saya di tahun ini? Inilah lima daftarnya:

1.   Yuunagi no Machi, Sakura no Kuni (The Town of Evening Calm, The Country of Cherry Blossoms)

Di covernya, kalian semua bisa melihat sosok seorang gadis bertelanjang kaki, menatap langit senja yang tenang dengan latar belakang sebuah kota, yang dilukis dengan warna pastel yang indah oleh sang penulisnya. Judulnya ditulis dengan sakura iro alias warna pink yang indah, untuk menggambarkan bahwa Jepang memanglah negeri tempat sakura tumbuh. Covernya benar-benar sesuai dengan judul, dan kisah yang tergambar di dalamnya.  
2.   The Painted Veil

Masih sama seperti cover yang pertama, sampul depan buku ini juga didominasi dengan warna pastel yang lembut, dengan ilustrasi bunga sakura (di Cina namanya apa ya?) dan siluet Walter dan Kitty di depannya (diambil dengan filmnya), yang terasa sendu dan syahdu.  Oh iya, ditambah juga dengan stempel merah bunga mawarh di bagian bawah buku, yang menjadi ciri khas buku klasik Gramedia, saya rasa pantaslah kalau “The Painted Veil” jadi cover terfavorit saya di tahun 2012 ini.
3.   Mystic River

Pantulan tiga sosok lelaki di sungai dengan latar warna hijau dan hitam disertai ranting-ranting pohon, menjelaskan bahwa buku ini adalah buku misteri yang kelam. Ceritanya pun sekelam bukunya, bikin saya turut kelam ketika membacanya, sampai sempat di-pending selama beberapa tahun sebelum akhirnya menamatkan novel yang bikin sesek napas ini. Jujur, saya membeli novel ini karena jatuh cinta pada covernya (suatu hal yang jarang saya lakukan).
4.   5 Centimeters per Second vol. 2

Kalau di volume pertama tergambar ilustrasi seorang wanita, di buku kedua ini, ilustrasi sampulnya adalah seorang pria (kira-kira masih SMA) yang sedang menatap langit yang sedang diguyur oleh salju. Warna biru yang mendominasi, tatapan sendu sang lelaki, ditambah dengan hujan salju itu memberi gambaran bahwa kisah yang ada di dalamnya, bisa jadi bukanlah kisah yang menyenangkan.
5.   Magicians of Caprona

Dibanding cover aslinya, sampul buku keempat dari seri Chrestomanci yang diterbitkan oleh Gramedia jelas jauh lebih baik. Di covernya, tergambar seorang anak lelaki dan perempuan yang saling bertolak belakang, dengan seorang wanita bangsawan di tengahnya. Ilustrasinya mungkin membuat buku ini menjadi semakin terlihat seperti buku anak-anak, tapi saya suka banget karena setelah selesai baca, ternyata sebenarnya di cover itu terletak inti cerita buku ini... Termasuk juga di buku pertama, “Charmed Life” yang diterjemahkan jadi “Eric Chant dan Korek Api Bertuah”, ternyata di cover itu, pembaca udah disediakan spoilernya! Yang tentu aja nggak bakalan ngerti sampai selesai baca bukunya. Hehehee...
Nah, meskipun saya suka sama cover-cover buku di atas, tapi sebenarnya ada beberapa buku, yang saya juga suka sama covernya. Misalnya aja buku "Dr. Jekyll & Mr. Hyde", terus "The Invention of Hugo Cabret", "The Girl Who Played With Fire" sama "The Girl Who Kicked The Hornet's Nest", sama "The Look" juga bagus. Tapi saya pikir, lima buku di atas yang sampulnya paling merebut perhatian saya... #tsaahh

December 27, 2012

My Top Five Book Boyfriend of 2012


Sore ini, tiba-tiba saya teringat kalau sebelumnya saya sudah berniat dengan segenap jiwa dan raga #luebbaaii, untuk membuat posting tentang Best Book Boyfriend, yang di-host oleh Mbak Fanda dalam event Book Kaleidoscope 2012.
 
OMG! Kemana aja saya seharian ini, sampe-sampe lupa kalo hari ini posting bareng?? O.o Yah, seharian ini saya sibuk keliling-keliling dari pagi, nganterin fotokopi KTP ke sodara, terus bikin ATM (lagi) karena ATM saya ketelen, terus sampe kantor harus kejar detlen di tengah ngantuk yang mendera, karena hawa liburan yang telah tiba.... TT^TT
Jadi intinya, saya luppaaaa!!! (Д)#histeris
Well, setelah meluapkan perasaan saya hari ini, sekarang saya mau buat siapa saja para lelaki yang telah menempati hati saya selama tahun 2012 ini... #tsaahh
1.             Chrestomanci  dalam seri “The World of Chrestomanci” 
Gambarnya ambil dari sini
Dia adalah enchanter bernyawa sembilan, penyihir paling kuat yang tinggal di sebuah kastil bersama istri dan kedua anaknya (Iya, dia udah punya istri... Huhuhuu TT^TT). Sosoknya tinggi, dengan rambut gelap, dan kulit—yang dalam bayangan saya—juga agak gelap. Chrestomanci, ini penyihir yang kereeennn bangettsss... >v< Dia itu terlihat agak cuek dan selalu melamun, padahal semakin kosong pandangan matanya, makin dalam dia menyimak pembicaraan lawan bicaranya. Aneh, kan? xD
Ngeliat ilustrasi di atas, mau nggak mau saya jadi inget sosok Benedict Cumberbatch. Jangan tanya kenapa, imajinasi saya terhadap aktor cowok itu emang terbatas. Dan Englishman yang berperawakan tinggi, berambut hitam, dan tampak misterius bagi saya ya cuma Om Ben aja (masih kepengaruh Sherlock nih romannya...)
Mirip kaann... :D
2.             Walter Fane dalam “The Painted Veil”

Walter mencintai Kitty, istrinya, dengan sepenuh hati. Sayangnya, Kitty justru menghianatinya dan menghancurkan hati Walter. Padahal Walter itu orang yang baik, meskipun memang dia sangat kaku dan sulit untuk mengungkapkan perasaannya. Satu-satunya kesalahan Walter adalah mencintai wanita yang tidak tepat untuknya. Makanya, saya mau menggantikannya dan memberikan cinta yang tidak pernah didapatnya dari istrinya... #tsaahh 
 
Sosok Walter ini dengan begitu pas dibawakan oleh Edward Norton dalam versi layar lebarnya. Mata Edward yang sendu dan sosoknya yang tampan serta lugu itu bikin hati saya kepincut. Apalagi kisah cintanya yang tragis, bikin saya turut merana... Huhuhuuu...
3.             Jeong Yun Su dalam "Our Happy Time"
Yun Su oppa harus mendekam di penjara, dan menanti hukuman mati untuk kejahatan yang tidak dilakukannya. Ia adalah seorang lelaki dengan hati yang terluka, karena sejak kecil dibuang oleh kedua orang tuanya. Satu-satunya cinta yang pernah dirasakannya adalah cinta dari adik perempuannya, Eun Su, yang meninggal di masa muda. 
Kang Dong Won memerankan sosok Yun Su yang berandalan, jahat, tapi sebenarnya memiliki hati yang sangat rapuh dengan sangat baik. Dia juga mampu menguras air mata saya di akhir cerita... Haauuungggg... (´д`)
4.             Morita Shinobu dalam "Honey and Clover"
Morita sempai ini orangnya aneh, nyentrik, dan nggak jelas banget. Dia suka pergi hingga beberapa bulan dari kos-kosannya (yang isinya cowok semua), lalu kembali dengan membawa sekarung kroket. Di lain waktu, dia dengan cueknya mandi di halaman kampus dengan kemeja lengkap, terus dengan cueknya minjem sabun ke orang. Pokoknya, dia adalah salah satu cowok teraneh di daratan per-manga-an (apadeh bahasa gw...). 
Dalam live action-nya, dia diperankan sama Ryo Kase. Sayang, saya belom nonton live actionnya ini. Hhmm... Rada nggak cocok sih menurut saya. Tampaknya versi doramanya (yang saya belom nonton juga) yang diperankan oleh Hiroki Narimiya lebih cocok deh.
5.             Roald Dahl dalam “Boy: Tales of Childhood”
Yaya.. Yang terakhir ini sebenarnya memang bukan tokoh fiksi. Dia benar-benar ada, dan menjadi salah satu penulis favorit saya. Melalui memoarnya ini, saya jadi makin nge-fans sama Roald Dahl, karena dia adalah lelaki yang penuh dengan imajinasi dan juga kreatif. Belum lagi, sebagai anak lelaki satu-satunya, dia sangat dekat dengan mamanya. Dan buat saya, dia mungkin adalah sosok yang ideal untuk menjadi seorang pacar, atau ehem.. seorang suami. Apalagi, pas mudanya dia cakep juga lhoo... #blushing
Meskipun agak ketinggalan dari yang lain, semoga saya turut meramaikan event yang diadakan oleh Mbak Fanda ini. Supaya nggak ketinggalan lagi, saya mau bikin buat yang berikut-berikutnya sekarang deh. Hahaaaa~


 

December 31, 2012

The Girl Who Kicked The Hornets' Nest


The Girl Who Kicked the Hornet's Nest by Stieg Larsson
My rating: 5 of 5 stars

Pertama-tama saya ingin memberikan penghargaan kepada Lisbeth Salander, yang kini secara resmi menjadi tokoh fiksi wanita tervaforit buat saya, setelah sebelumnya ditempati oleh Hermione Granger. Lisbeth yang kuat, cerdas, tegar, penuh percaya diri, dan tidak peduli pada apa yang dipikirkan oleh orang, meskipun itu berarti bahwa seluruh dunia memusuhinya.

Setelah menutup lembaran terakhir "The Girl Who Kicked The Hornets' Nest", saya harus menahan napas dan merasa sedikit tidak rela, karena berarti saya harus berpisah dengan Salander. Apalagi, benar-benar udah nggak mungkin ada sekuel dari novel trilogi ini, mengingat pengarangnya sudah meninggal dunia (secara tiba-tiba).

Sulit bagi saya untuk menuliskan review dari buku ketiga ini, karena banyak sekali hal yang ingin saya sampaikan, tapi di saat yang bersamaan saya juga ingin menutupinya, agar Anda sendiri yang menemukan perasaan dan sensasi seperti yang saya rasakan ketika membaca buku ini.

Cerita dibuka dengan Salander yang telah dilarikan ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Setelah adegan-adegan yang bikin ngilu di akhir buku kedua, Salander ditemukan dalam keadaan pingsan oleh Kalle Bajingan Blomkvist, yang langsung memanggil ambulans, yang membawa gadis itu pergi dari hadapannya. Zalachenko pun turut dilarikan ke Rumah Sakit bersama Salander.

Nyawa Salander terancam. Ia dalam keadaan kritis setelah sebutir peluru bersarang di otaknya. Kemungkinannya untuk selamat hanya 50:50. Ia berada dalam kondisi antara hidup dan mati, dan tidak ada yang tahu mana yang lebih baik baginya. Tetap hidup, dengan gelar buronan yang masih belum diturunkan dari pundaknya, meski polisi akhirnya tahu ia tidak bersalah atas pembunuhan tiga orang di buku sebelumnya, ataukah mati sementara orang yang dibencinya dan ingin dibunuhnya ternyata mengalami nasib lebih baik darinya.

Belum lagi musuh yang harus dihadapinya jika ia tetap bertahan hidup. Musuh yang bahkan tak ia ketahui wujudnya, tapi sedang mengadakan sebuah konspirasi besar untuk menghancurkan hidupnya. Musuh yang berdiri atas nama hukum dan pemerintah, yang melindungi orang brengsek demi melindungi apa yang mereka sebut sebagai keamanan negara dan stabilitas nasional.

Rangkaian peristiwa demi peristiwa di buku ketiga ini dijalin dengan apik oleh Stieg Larsson. Mulai dari kejadian di rumah sakit, ketika Salander dan Zalachenko sedang berjuang untuk sama-sama mempertahankan hidup mereka, proses memata-matai antara kelompok Zalachenko dan Kelompok Ksatria Meja Gila (kelompoknya Salander) yang bikin jantungan, hingga proses persidangan yang bikin saya pengen standing applause saking serunya.

Belum lagi deskripsi Om Larsson yang luar biasa mendetail dalam menggambarkan satu peristiwa ataupun tokoh, yang bikin saya memvisualisasikannya dengan baik. Yah, meskipun kalau pas lagi horor, ikutan meringis-ringis juga, karena ngerasa ada gambar yang main di kepala selama baca kisahnya itu. Salah satu deskripsi yang menurut saya rada-rada nggak penting adalah tentang Monica Figuerola. Soalnya saya juga nggak gitu suka sama dia.. xDD #subjektif Eh, biarin aja kalee.. Ini kan ripiu saya. Suka-suka saya dong mau suka sama tokoh yang mana dan nggak suka sama tokoh yang mana. Emangnya situ punya hak apa ngatur-ngatur biar ripiu saya objektif? #eh #ngomel sendiri

Oh iyak, saya mau ngomel sekali lagi sama Mikael Blomkvist. Isshh.. Tuh cowok ngeselin banget yaaa -____- Saya memang nggak meragukan dedikasinya untuk Salander, tapi saya nggak bisa ngerti aja sama dia yang nggak bisa hidup hanya dengan satu perempuan saja. Udah kayak A*i*l aja... Selama ada cewek yang cakep dan oke, langsung digaet semua. Nggak sadar ya kamu tuh udah nyakitin hatinya Salander??!! Nggak sadar ya kalo kamu juga udah nyakitin hati banyak cewek lainnya?? Nggak jelas banget sih nih orang!! #misuhmisuh

Dan sekarang... Saya harus mengucapkan selamat tinggal pada seri Millenium ini.. TT___TT Padahal kalo Stieg Larsson masih hidup, cerita ini masih akan terus bersambung, hingga 10 seri!! Bahkan menurut sumber yang saya baca, buku keempat sebenarnya sudah hampir rampung. Memang masih ada beberapa misteri di kehidupan Salander yang belum terpecahkan. Salah satunya mengenai saudara kembarnya, yang sama misteriusnya dengan Lisbeth. Mungkin saja buku-buku selanjutnya akan membahas tentang itu.

Selamat berpisah Kakak Lisbeth. Saya tahu, Anda memang orang yang aneh, nyentrik, antisosial, nggak mudah dekat dengan orang lain, cuek, dan juga pendendam. Tapi saya juga tahu bahwa di saat yang bersamaan kamu juga seorang yang sangat rapuh, kuat, cerdas, loyal, dan jauh di hati yang terdalam membutuhkan perhatian dari orang lain. Bagi saya, kamu adalah tokoh wanita berkarakter paling kuat yang pernah saya baca. Selain tentu paling unik juga. Masa lalumu yang mengerikan telah menempamu untuk menjadi sosok yang sangat-sangat luar biasa dan berbeda dari manusia awam lainnya. Hanya satu pesan saya, jangan terlalu kejam pada dirimu sendiri.

Selamat jalan Om Larsson. Entah kenapa saya percaya kalau ada yang aneh dengan kematian Anda. Tapi memang begitulah manusia dan kehidupan. Yang tampak di permukaan itu hanya sebagian kecil sahaja, sedangkan tampak besarnya masih tersembunyi di bawah permukaan. Entah akan terungkap selama manusia masih bernapas di bumi, ataukah terungkapkan di akhirat nanti.

Terima kasih juga Om Larsson, karena udah buat cerita yang begitu luar biasa. Nggak nyangka juga kalau salah satu negara paling sejahtera dan paling aman di dunia ternyata memiliki sisi gelap yang mengerikan. Yah, pasti semuanya memang seperti dua sisi mata uang sih yaa... Ada kebaikan pasti ada kejahatan juga. Dan manusia selalu bisa memilih ingin berdiri di pihak yang mana...

PS. Ripiu akan diapdet kalo udah nonton pilem terakhirnya
P.S lagi. Masih rada-rada nggak rela pisah sama Lisbeth Salander.
Lagi-lagi P.S. Sengaja diunggah di hari terakhir 2012. Soalnya, saya nyelesaiin bukunya selama tahun 2012 ini juga.. :DD

View all my reviews

Sehari Bersamamu...


For One More Day by Mitch Albom
My rating: 3 of 5 stars

Manusia memiliki kecenderungan untuk menyesali apa yang telah dilakukannya di masa lalu. Mereka—saya—seringkali lupa bahwa apa yang kita lakukan di masa lalu tak akan bisa diubah, sekeras apapun usaha kita. Yang bisa kita lakukan adalah mengubah hari ini, dan merencanakan masa depan.

Sama seperti kebanyakan dari kita, Charles “Chick” Benetto juga merasakan penyesalan karena masa lalu yang tak dapat diubahnya. Masa lalu itu telah menggerogoti dirinya, hingga hidupnya hancur berantakan karenanya. Apakah masa lalu itu, yang begitu disesalinya hingga ia merasa tak pantas untuk hidup lagi?

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, ibu Chick meninggal dunia. Sayangnya, ia tidak ada di sana ketika ibunya itu menghembuskan nafasnya yang terakhir. Yang paling membuat Chick merasa bersalah adalah, ia tidak ada di samping ibunya, karena ia bertemu dengan ayahnya yang telah mencampakkan keluarga mereka. Untuk apa Chick menemui ayahnya? Setelah kedua orang tuanya bercerai, Chick memang selalu berada di bawah bayang-bayang ayahnya. Sebagai anak lelaki tertua, ia berusaha untuk bisa merebut perhatian ayahnya, karena ayahnya dulu pernah berkata bahwa ia harus memilih, jadi anak ayah atau anak ibu. Chick memilih yang pertama, meskipun yang terakhir telah memberikan banyak hal untuk dirinya, mengorbankan banyak hal untuk kehidupannya, dan rela melakukan apapun untuknya...

Chick merasa menyesal. Sangat menyesal. Ia baru sadar setelah ibunya meninggal, betapa berartinya arti sang ibu bagi kehidupannya. Ibunyalah yang telah mendukungnya dan meyakinkannya bahwa dia diinginkan. Bahwa dia dicintai. Kehilangan ibunya telah meninggalkan luka menganga di dirinya, hingga tanpa sadar ia mulai menghancurkan kehidupannya sendiri... Menelantarkan keluarga, minum-minuman keras, bercerai dengan istrinya...

Hingga puncaknya, ia memutuskan untuk bunuh diri, ketika putrinya sendiri tidak mengundangnya ke pesta pernikahannya...

Book Kaleidoscope 2012: 5 Most Favorite Books



Akhirnya tiba juga di akhir tahun 2012. Tahun ini benar-benar cepat banget berlalunya buat saya. Berasa cuma sekedip mata aja.. #lebay Berbeda dengan tahun 2011, yang rasanya kok nggak abis-abis... Mungkin karena di tahun 2012 ini saya lebih menikmati apa-apa yang saya lakukan. Emang deh, ketika kita udah senang melakukan sesuatu, maka waktu pun nggak akan terasa begitu cepat berlalunya. Hahaa
Setelah membuat post tentang Best Book Boyfriends dan Best Book Covers 2012, kini saya akan membuat challenge terakhir rangkaian Book Kaleidoscope 2012 dari blog-nya Mbak Fanda di Fanda Clasiclit, yaitu.... Top Five Most Favorite Books of 2012. 

Nah, dari 118 buku yang masuk daftar Goodreads Challenge 2012 saya, inilah buku-buku terfavorit saya di tahun ini.
5. 5 centimeters per second

Komik ini masuk ke peringkat lima karena ceritanya bikin depresi. Meskipun bikin depresi, tapi manga-nya ini masih jauh lebih baik dari animenya, yang bikin saya pengen nyekek si tokoh utamanya, Toono Takaki. Kisah ini berpusat pada penyesalan Takaki yang nggak berusaha untuk mempertahankan dan mengungkapkan perasaannya ke si Akari. Keliatan banget deh di sini betapa nyebelinnya cowok Jepang yang tipenya “tukang makan rumput”... -__-
Oh iya, saya juga suka banget sama soundtrack animenya, yang judulnya “One More Time, One More Chance”.

Kore ijyou nani wo ushinaeba kokoro wa yurusareru no
Dore hodo no itaminaraba mou ichido kimi ni aeru
One more time kisetsuyo utsurowanaide
One more time fuzakeatta jikan yo
If I lose any more than this, will my heart be forgiven
How much pain i should endure before I can see you again
One more time,  please don't change the season
One more time to the time when we fool around

Itsudemo sagashiteiruyo dokka ni kimi no sugata wo
Kousaten demo yume no naka demo
Konna toko ni iru hazu mo nai noni
Kiseki ga moshimo okoru nara ima sugu kimi ni misetai
Atarashii asa kore kara no boku
Aenakatta "suki" to iu kotoba mo
I am always searching somewhere for you
Even at the intersection and dream
Even though I know you won't be here
If miracle was to happen, I want to show it to you right now
A new morning, completely new me
I'd tell you what I couldn't say before, "I love you."
Jadi, apa arti 5 cm per second yang jadi judul manga ini? Itu adalah kecepatan jatuh bunga sakura di musim semi...
4. The World of Chrestomanci series

Saya memang baru baca tiga serinya sih, tapi saya udah jatuh cinta sama Chrestomanci, sampe-sampe dia masuk ke jajaran book boyfriends tahun ini.. :D Sejauh ini, yang paling saya suka itu buku kedua, “The Magicians of Caprona”. Lucu aja gitu ngebayangin dua keluarga penyihir Italia, saling berantem pake sihir, tapi sihirnya harus dinyanyiin! xD Ga kebayang deh gimana hebohnya itu pertarungan...
3. Mystic River

Setelah hampir lima tahun teronggok begitu saja (karena dulu menyerah di halaman-halaman pertama), akhirnya dengan niat mantap saya mencoba untuk melibas buku ini. Dan kali ini, saya berhasil...!! #tebarconfetti #taburbunga #lemparduit ~(‾‾~)~(‾‾)~(~‾‾)~
Karena udah berhasil, sayang dong kalo nggak masuk ke jajaran buku favorit saya tahun ini... XD Buku ini bener-bener bikin depresi di awal, tegang di tengah (eh, di sepanjang buku sih), dan pengen ngudak-ngudak orang di akhir. Dibuka dengan kematian dan diakhiri dengan kematian. Benar-benar kayak dementor, yang menyedot kebahagiaan manusia... Haauuunnnngggg #suaraserigala
2. The Hobbit

Nggak tahu deh harus komentar apa tentang buku yang satu ini. Yang jelas, J.R.R. Tolkien benar-benar memukau saya lewat kisah petualangan Bilbo Baggins dan 12 kurcaci di “The Hobbit” ini. Ketika menutup buku, saya merasakan berbagai perasaan yang campur aduk, mulai dari takjub hingga terharu. Eyang Tolkien benar-benar telah menjadi penulis favorit saya sepanjang masa. Luar biasa!
1.    Millenium Series


Tiga seri “Millenium” saya babat habis di tahun ini. Mulai dari “The Girl with the Dragon Tattoo” di awal tahun, lanjut dengan “The Girl Who Played with Fire” di pertengahan tahun, dan ditutup dengan “The Girl Who Kicked the Hornet’s Nest”. Kisah tentang Lisbeth Salander, cewek antisosial yang sering disalahpahami orang dan dianggap idiot, tapi sebenarnya sangat cerdas ini, mampu menghipnotis saya. Sang pengarang, Stieg Larrson, dengan begitu piawai meramu kisah gadis yang begitu unik ini hingga dunia nggak akan lupa, meskipun si om-nya sekarang udah tiada... :’( Sedih juga harus berpisah dengan Salander. Kalo Stieg Larrson masih hidup, kisah ini bakal terus berlanjut sampai sepuluh seri! Dan saya rasa, saya akan menjadi pembaca setianya, sambil terus menanti dengan tidak sabar, kejahatan dan skandal menggemparkan macam apa yang akan diungkap oleh Om Larrson di buku-bukunya... Jadi, pantaslah jika buku ini menjadi buku favorit saya nggak hanya di tahun 2012 ini, tapi juga untuk seterusnya... :)
Nah, itulah buku-buku favorit saya di tahun ini. Sebenarnya cukup sulit bagi saya untuk memilihnya, tapi ya, itulah buku-buku yang saya pikir paling berkesan dibaca di tahun ini. Tahun 2013 mendatang, saya udah ikutan beberapa challenge, yang saya harap bisa menurunkan timbunan-timbunan saya.. Dan bukan jadi alasan untuk menambah timbunan-timbunan baru... Doakan saya yaa!!

December 28, 2012

The Girl Who Played With Fire

The Girl Who Played with Fire by Stieg Larsson
My rating: 5 of 5 stars

Well, sebenarnya saya sudah menamatkan buku kedua trilogi Millenium ini dari beberapa bulan yang lalu (Mei tepatnya.. Lama amat ya boo.. Baru dibikin ripiunya desember). Namun entah kenapa waktu itu mood saya buat nulis ripiu lagi nggak ada. Jadilah ini buku terbengkalai tanpa saya ripiu.

Nah, karena saya mau menamatkan seri ini dengan membaca buku ketiganya, jadi saya akan mengerahkan segenap kemampuan saya untuk membuat ripiu dari buku kedua Trilogi Salander dan Blomkvist, "The Girl Who Played With Fire".

Di buku kedua ini, seluruh dunia seakan berkonspirasi untuk melawan Lisbeth Salander, sang heroin kita yang terjebak dalam suatu sistem kekuasaan yang bersatu padu untuk menghancurkan dirinya.

Kejadiannya bermula ketika Salander dituduh membunuh sepasang kekasih yang sedang melakukan penelitian mengenai sex trafficking. Mereka memang bukan sepasang pria dan wanita biasa, karena Dag Svensson adalah seorang wartawan yang memiliki data lengkap tentang permasalahan traficking di Swedia, dan ia sedang bekerja di kantor Millenium bersama Mikael Blomkvist untuk mengungkapkan hal itu. Sementara sang pacar, Mia Johansson, sedang menyelesaikan tesisnya yang berjudul "From Russia with Love", yang mengambil tema serupa, yaitu mengenai para pelacur yang dibawa dari negara-negara Eropa Timur, tapi tidak sedikit yang berakhir hanya tinggal nama saja. Tak perlu diherankan lagi bahwa karya pasangan Svensson-Johansson ini akan memberi tamparan keras bagi Swedia, termasuk juga para anggota pemerintahan dan kepolisian yang mungkin terseret ke dalamnya. Penelitian mereka sangat berisiko, dan nyawa merekalah taruhannya...

Dan.. Benar saja. Kedua pasangan ini ditemukan tewas dengan peluru bersarang di kepala mereka. Senjata pelaku yang tertinggal di TKP menunjukkan bahwa Salander-lah pembunuhnya. Tak lama setelah itu, ditemukan lagi sesosok mayat di sebuah apartemen, yang ternyata adalah wali Salander, Nils Bjurman. Ia pun dibunuh dengan senjata yang sama dengan pasangan Svensson-Johannson. Dengan semua bukti yang ada itu, wajar saja jika semua orang percaya bahwa Salander-lah pelakunya.


Book Kaleidoscope 2012: Top Five Book Covers



Setelah di post sebelumnya saya membeberkan lelaki-lelaki (di dalam buku) yang telah mengisi ruang di hati saya, sekarang saya mau menjembrengkan (apa deh.. kayak jemuran aje) sampul-sampul buku terbaik dari buku yang saya baca di tahun 2012 ini.
Oh iya, ini masih dalam rangka Book Kaleidoscope-nya Mbak Fanda di Classiclit. So, apa aja cover-cover buku favorit saya di tahun ini? Inilah lima daftarnya:

1.   Yuunagi no Machi, Sakura no Kuni (The Town of Evening Calm, The Country of Cherry Blossoms)

Di covernya, kalian semua bisa melihat sosok seorang gadis bertelanjang kaki, menatap langit senja yang tenang dengan latar belakang sebuah kota, yang dilukis dengan warna pastel yang indah oleh sang penulisnya. Judulnya ditulis dengan sakura iro alias warna pink yang indah, untuk menggambarkan bahwa Jepang memanglah negeri tempat sakura tumbuh. Covernya benar-benar sesuai dengan judul, dan kisah yang tergambar di dalamnya.  
2.   The Painted Veil

Masih sama seperti cover yang pertama, sampul depan buku ini juga didominasi dengan warna pastel yang lembut, dengan ilustrasi bunga sakura (di Cina namanya apa ya?) dan siluet Walter dan Kitty di depannya (diambil dengan filmnya), yang terasa sendu dan syahdu.  Oh iya, ditambah juga dengan stempel merah bunga mawarh di bagian bawah buku, yang menjadi ciri khas buku klasik Gramedia, saya rasa pantaslah kalau “The Painted Veil” jadi cover terfavorit saya di tahun 2012 ini.
3.   Mystic River

Pantulan tiga sosok lelaki di sungai dengan latar warna hijau dan hitam disertai ranting-ranting pohon, menjelaskan bahwa buku ini adalah buku misteri yang kelam. Ceritanya pun sekelam bukunya, bikin saya turut kelam ketika membacanya, sampai sempat di-pending selama beberapa tahun sebelum akhirnya menamatkan novel yang bikin sesek napas ini. Jujur, saya membeli novel ini karena jatuh cinta pada covernya (suatu hal yang jarang saya lakukan).
4.   5 Centimeters per Second vol. 2

Kalau di volume pertama tergambar ilustrasi seorang wanita, di buku kedua ini, ilustrasi sampulnya adalah seorang pria (kira-kira masih SMA) yang sedang menatap langit yang sedang diguyur oleh salju. Warna biru yang mendominasi, tatapan sendu sang lelaki, ditambah dengan hujan salju itu memberi gambaran bahwa kisah yang ada di dalamnya, bisa jadi bukanlah kisah yang menyenangkan.
5.   Magicians of Caprona

Dibanding cover aslinya, sampul buku keempat dari seri Chrestomanci yang diterbitkan oleh Gramedia jelas jauh lebih baik. Di covernya, tergambar seorang anak lelaki dan perempuan yang saling bertolak belakang, dengan seorang wanita bangsawan di tengahnya. Ilustrasinya mungkin membuat buku ini menjadi semakin terlihat seperti buku anak-anak, tapi saya suka banget karena setelah selesai baca, ternyata sebenarnya di cover itu terletak inti cerita buku ini... Termasuk juga di buku pertama, “Charmed Life” yang diterjemahkan jadi “Eric Chant dan Korek Api Bertuah”, ternyata di cover itu, pembaca udah disediakan spoilernya! Yang tentu aja nggak bakalan ngerti sampai selesai baca bukunya. Hehehee...
Nah, meskipun saya suka sama cover-cover buku di atas, tapi sebenarnya ada beberapa buku, yang saya juga suka sama covernya. Misalnya aja buku "Dr. Jekyll & Mr. Hyde", terus "The Invention of Hugo Cabret", "The Girl Who Played With Fire" sama "The Girl Who Kicked The Hornet's Nest", sama "The Look" juga bagus. Tapi saya pikir, lima buku di atas yang sampulnya paling merebut perhatian saya... #tsaahh

December 27, 2012

My Top Five Book Boyfriend of 2012


Sore ini, tiba-tiba saya teringat kalau sebelumnya saya sudah berniat dengan segenap jiwa dan raga #luebbaaii, untuk membuat posting tentang Best Book Boyfriend, yang di-host oleh Mbak Fanda dalam event Book Kaleidoscope 2012.
 
OMG! Kemana aja saya seharian ini, sampe-sampe lupa kalo hari ini posting bareng?? O.o Yah, seharian ini saya sibuk keliling-keliling dari pagi, nganterin fotokopi KTP ke sodara, terus bikin ATM (lagi) karena ATM saya ketelen, terus sampe kantor harus kejar detlen di tengah ngantuk yang mendera, karena hawa liburan yang telah tiba.... TT^TT
Jadi intinya, saya luppaaaa!!! (Д)#histeris
Well, setelah meluapkan perasaan saya hari ini, sekarang saya mau buat siapa saja para lelaki yang telah menempati hati saya selama tahun 2012 ini... #tsaahh
1.             Chrestomanci  dalam seri “The World of Chrestomanci” 
Gambarnya ambil dari sini
Dia adalah enchanter bernyawa sembilan, penyihir paling kuat yang tinggal di sebuah kastil bersama istri dan kedua anaknya (Iya, dia udah punya istri... Huhuhuu TT^TT). Sosoknya tinggi, dengan rambut gelap, dan kulit—yang dalam bayangan saya—juga agak gelap. Chrestomanci, ini penyihir yang kereeennn bangettsss... >v< Dia itu terlihat agak cuek dan selalu melamun, padahal semakin kosong pandangan matanya, makin dalam dia menyimak pembicaraan lawan bicaranya. Aneh, kan? xD
Ngeliat ilustrasi di atas, mau nggak mau saya jadi inget sosok Benedict Cumberbatch. Jangan tanya kenapa, imajinasi saya terhadap aktor cowok itu emang terbatas. Dan Englishman yang berperawakan tinggi, berambut hitam, dan tampak misterius bagi saya ya cuma Om Ben aja (masih kepengaruh Sherlock nih romannya...)
Mirip kaann... :D
2.             Walter Fane dalam “The Painted Veil”

Walter mencintai Kitty, istrinya, dengan sepenuh hati. Sayangnya, Kitty justru menghianatinya dan menghancurkan hati Walter. Padahal Walter itu orang yang baik, meskipun memang dia sangat kaku dan sulit untuk mengungkapkan perasaannya. Satu-satunya kesalahan Walter adalah mencintai wanita yang tidak tepat untuknya. Makanya, saya mau menggantikannya dan memberikan cinta yang tidak pernah didapatnya dari istrinya... #tsaahh 
 
Sosok Walter ini dengan begitu pas dibawakan oleh Edward Norton dalam versi layar lebarnya. Mata Edward yang sendu dan sosoknya yang tampan serta lugu itu bikin hati saya kepincut. Apalagi kisah cintanya yang tragis, bikin saya turut merana... Huhuhuuu...
3.             Jeong Yun Su dalam "Our Happy Time"
Yun Su oppa harus mendekam di penjara, dan menanti hukuman mati untuk kejahatan yang tidak dilakukannya. Ia adalah seorang lelaki dengan hati yang terluka, karena sejak kecil dibuang oleh kedua orang tuanya. Satu-satunya cinta yang pernah dirasakannya adalah cinta dari adik perempuannya, Eun Su, yang meninggal di masa muda. 
Kang Dong Won memerankan sosok Yun Su yang berandalan, jahat, tapi sebenarnya memiliki hati yang sangat rapuh dengan sangat baik. Dia juga mampu menguras air mata saya di akhir cerita... Haauuungggg... (´д`)
4.             Morita Shinobu dalam "Honey and Clover"
Morita sempai ini orangnya aneh, nyentrik, dan nggak jelas banget. Dia suka pergi hingga beberapa bulan dari kos-kosannya (yang isinya cowok semua), lalu kembali dengan membawa sekarung kroket. Di lain waktu, dia dengan cueknya mandi di halaman kampus dengan kemeja lengkap, terus dengan cueknya minjem sabun ke orang. Pokoknya, dia adalah salah satu cowok teraneh di daratan per-manga-an (apadeh bahasa gw...). 
Dalam live action-nya, dia diperankan sama Ryo Kase. Sayang, saya belom nonton live actionnya ini. Hhmm... Rada nggak cocok sih menurut saya. Tampaknya versi doramanya (yang saya belom nonton juga) yang diperankan oleh Hiroki Narimiya lebih cocok deh.
5.             Roald Dahl dalam “Boy: Tales of Childhood”
Yaya.. Yang terakhir ini sebenarnya memang bukan tokoh fiksi. Dia benar-benar ada, dan menjadi salah satu penulis favorit saya. Melalui memoarnya ini, saya jadi makin nge-fans sama Roald Dahl, karena dia adalah lelaki yang penuh dengan imajinasi dan juga kreatif. Belum lagi, sebagai anak lelaki satu-satunya, dia sangat dekat dengan mamanya. Dan buat saya, dia mungkin adalah sosok yang ideal untuk menjadi seorang pacar, atau ehem.. seorang suami. Apalagi, pas mudanya dia cakep juga lhoo... #blushing
Meskipun agak ketinggalan dari yang lain, semoga saya turut meramaikan event yang diadakan oleh Mbak Fanda ini. Supaya nggak ketinggalan lagi, saya mau bikin buat yang berikut-berikutnya sekarang deh. Hahaaaa~