July 25, 2012

Coz I'm Amazing Just The Way I Am ^^


Uglies (Uglies, #1)Uglies by Scott Westerfeld
My rating: 3 of 5 stars

Pernahkah Anda merasa hidung Anda kurang mancung, mata Anda terlalu sipit, tubuh Anda terlalu gemuk, betis Anda terlalu besar, tinggi Anda tidak semampai, tulang wajah Anda terlalu menonjol, rambut susah diatur, bulu mata nggak lentik, bibir dan hidung saling balapan kemancungan, dll. Sampai rasanya kau tak melihat ada sedikit pun hal bagus dari dirimu?
Hingga rasanya Anda ingin menabrakkan diri ke truk kontainer, ingin tenggelam ke dasar Atlantik (bersama Jack dan Titanic), atau pengen gantung diri di puun toge berdaun jarang?

STOP!

Jangan lakukan itu!

Jangan berpikir bodoh, hai teman. Tak tahukah kau kalau sekarang ini udah ada teknologi super canggih yang namanya operasi plastik. Jadi, coba minggir kasian itu supir truknya nggak bisa liwat. Udah, jangan coba-coba ikut tenggelem sama Jack karena Anda ga bakalan masup tipi, dan jangan gantung-gantung diri di puun toge berdaun jarang, karena kasian abang sotonya jadi nggak bisa jualan.

Mendingan kamyu ikut operasi di bawah ni aza dech.

".... Apakah dia harus memberitahu anak kecil itu bahwa sore ini tubuhnya akan dibedah, tulang-tulangnya akan dihaluskan untuk dibentuk sempurna--dengan sedikit peregangan dan pemadatan--tulang rawan hidung dan pipinya dilepas dan diganti dengan bahan plastik yang bisa diatur bentuknya, kulitnya dikelupas dan ditanam lagi dengan yang baru seperti rumput lapangan sepak bola di musim semi? Bahwa matanya akan dibentuk dengan sinar laser agar pandangannya jelas sempurna seumur hidup, dengan implan yang ditanam di bawah selaput mata sehingga mata cokelatnya yang biasa-biasa saja menjadi berkilau keemasan? Atau tentang otot-otot yang akan diganti secara elektrik dan semua lemak berlebih dikeluarkan untuk selamanya? Deretan gigi yang digantikan oleh bahan keramik putih seperti pajangan di asrama, dan sekuat sayap pesawat terbang?"
Gimandang? Oke punya duong?? Nggak sakit kok... Kecuali efek samping di bawah ini doang..

"Mereka bilang prosesnya tidak menyakitkan, kecuali pembentukan kulit baru, yang rasanya seperti terbakar sinar matahari mematikan selama beberapa minggu."
Yah.. Tentu saja. Cuma beberapa minggu aja kan, toh setelah itu kau akan jadi rupawan sampai kematian memisahkan nyawa dari raganya.

Tapi, sepertinya itu menyakitkan..

Well, beauty is pain, right? So, just bear with it if u really wanna be pretty.



Dan.. Tentu saja semua orang di negara tempat Tally tinggal mau menjadi rupawan. Tak terkecuali dengan Tally yang sudah menanti-nanti saatnya dia bisa menjadi rupawan agar bisa berjumpa dengan sahabatnya Peris (dia cowok loh, bukan cewek ;p) yang kini sudah tinggal di Kota Rupawan Baru.

Kenapa Tally belum menjadi rupawan dan masih tinggal di Uglyville sementara Peris sudah tinggal di Kota Rupawan Baru?

Ya, soalnya si Tally ini masih belum cukup umur. Orang-orang "jelek" ini baru akan dioperasi hingga jadi rupawan ketika usia mereka 16 tahun. Tally yang lebih muda beberapa bulan dari Peris harus bersabar hingga ia akan bergabung bersama para rupawan, hingga akhirnya dia merasa tak sabar dan mengendap-endap ke tempat tinggal Peris di Kota Rupawan Baru.

Perjalanan mendebarkan Tally itu membuatnya nyaris tertangkap dan mendapat hukuman, tetapi dia berhasil lolos dengan perjuangan yang epik. Hingga akhirnya dia bertemu Shay (kalo yang ini cewek ;p), si buruk rupa (sama seperti Tally) yang ternyata tidak ingin menjadi rupawan...

Tanpa Tally sadari, pertemuannya dengan Shay itu akan mengubah arah hidupnya... Mulai dari hampir nyusrug ke dalem jurang, kebakar di tengah padang bunga, makan SpagBol (apakah gerangan itu??) seumur hidupnya, dsb.

Ide ceritanya unik. Mengambil latar ratusan tahun dari waktu saya hidup sekarang ini. Ya, bukannya tidak mungkin jika di tahun 2798 nanti orang-orang tidak akan merasa iri lagi dengan bentuk tubuh tetangganya, atau dengan kulit putih saingan cintanya (#eeaa), karena semuanya sama-sama cantik dan menawan.

Tapi, jangan sangka kalau semuanya sudah cantik dan rupawan, maka masalah akan berhenti begitu saja. Selalu ada orang-orang yang tidak berpikir mainstream yang tidak akan tertipu oleh hal-hal bersifat fisik seperti itu. Di manapun juga, jika pemerintahan itu hanya terlihat baik di luarnya saja, pasti akan ada orang yang sadar bahwa ada yang salah di sana dan berusaha untuk keluar dari sistem itu. Seperti orang-orang yang tinggal di Smoke, yang berusaha untuk keluar dari gaya hidup mainstream orang-orang rupawan. Hal itulah yang membuat mereka dikejar kaum-kaum rupawan yang nggak rela, nggak ridho, dan ga ikhlas kalo ada orang-orang kayak gitu, sehingga orang-roang Smoke ini harus hidup dalam pelarian.

Lah? Muka muka gue juga! Nape lo yang rempong ngurusin, sih?! Seterah gw dong mau idung gw kayak abis kelindes bajaj kek, bibir gw kayak abis nyium tronton kek, jidat gw selebar lapangan golf kek. Apa urusannya sama lo? Suka-suka gw dong!! Emang kalian nggak tau kalo ratusan taun yang lalu ada lagu bunyinya "Coz u're amazing just the way u are~" yang dinyanyiin oleh seorang penyanyi namanya Bruno Mars?

Yah, sayangnya yang namanya pemerintahan distopia itu memang pasti begitu sodara-sodara. Semua dituntut untuk sama agar keadaan bisa serasi, selaras, dan seimbang. Nah, mending kalian baca sendiri saja ya kalau penasaran, soalna takutnya akyu jadi spoila.. hahaha

Yang jelas sih, saya suka ngerasa agak esmosi jiwa sendiri waktu Tally bilang kalau dia buruk rupa. -______-

Zzzzz... Dia orang bule yang kecantikannya sering diiriin sama orang Indonesia aja ngaku buruk rupa. Nah gw gimanaaa???

Eh, tapi saya nggak merasa diri saya buruk rupa kok. Karena saya juga ikut alirannya Mas Bruno Mars.. "Coz i'm amazing... Just the way i am..." Eh tapi kalo alis mata saya bisa tebelan dikit, mata saya bisa sedikit lebih belo, bekas luka di muka saya bisa ilang, sama gigi saya bisa dicakepin sih lebih oke lagi. (eh?)

Yang namanya manusia emang nggak pernah puas yaa... (ngomong sama kaca).

Bukunya lumayan oke. Suka sama adegan terbang-terbangan pake hoverboard (meskipun saya gagal membayangkan seperti apa rupanya). Nggak begitu suka sama Tally, karena karakternya terlalu mainstream. Sukanya sama Shay, yang kayaknya imut dan tough banget itu. >v<

Yah, setidaknya saya tidak menyesal membeli buku ini ketika JBF 2012 kemarin, karena saya hanya mendapatkan buku ini dengan harga 15 ribu sahaja!! Hahahahaha (ketawa puas) Jadi saya beli tiga buku trilogi Uglies ini hanya 50 rb rupiah saja!! Tapi akhirnya lemes juga pas liat di gutrits ternyata ada satu buku lagi yang ketinggalan. Si "Extras" itu. Zzzzz... Yowislah, diputuskan nanti mau lanjut ngumpulin semua apa nggak.

Oh iya, saya lagi malas banget ngisi resensi di blog buku saya. Lagi nyaman ngisi di gutrits aja. Huhuhu.. Ini pun saya baru saja melewati fase "mulai rajin baca buku lagi" setelah sebelumnya terkena penyakit "mandeg males nggak pengen baca apa-apaan".

Ndak papalah. Semua ada masanya.

Selesai resensi curcolan saya hari ini.



View all my reviews

2 comments:

  1. Mureee itu mureee bgt 15rb doang!!

    Btw, yg extras itu ga ada sangkut pautnya sama 3 buku pertama karena settingnya beda jauh lebih futuristik lagi. Si Tally jadi legend apa ya kalo ga salah.

    Btw, aku juga moody kok soal baca+review hehe. Mana mandegnya bulanan pula :P

    Take it easy mba Tika, anyway reviewmu selalu menyenangkan utk dibaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. iya, Ky. Karena mureee bengeeettt, jadi kalap gitu. Bener2 ga mampu menahan godaan deh di stand Serambi (si Matahati numpang disonoh. Masih satu sodara kah? O.o)

      Ohh.. Extras ga ada hubungannya ya? Kalo gitu bacanya kapan2 aja deh. Soalnya sempet agak nyesek juga pas tau kalo ada 1 buku yg blom aku beli. Tambah nyesek lagi klo ternyata tu buku adl buku terakhir. :( Tapi sekarang aku lega.. Hehehe

      Hiks, iya nih. Ketika timbunan semakin menggunung, mood baca aku malah anjlok banget.. :p

      Terima kasih sudah berkunjung. Jadi seneng.. \(^^)/

      Delete

July 25, 2012

Coz I'm Amazing Just The Way I Am ^^


Uglies (Uglies, #1)Uglies by Scott Westerfeld
My rating: 3 of 5 stars

Pernahkah Anda merasa hidung Anda kurang mancung, mata Anda terlalu sipit, tubuh Anda terlalu gemuk, betis Anda terlalu besar, tinggi Anda tidak semampai, tulang wajah Anda terlalu menonjol, rambut susah diatur, bulu mata nggak lentik, bibir dan hidung saling balapan kemancungan, dll. Sampai rasanya kau tak melihat ada sedikit pun hal bagus dari dirimu?
Hingga rasanya Anda ingin menabrakkan diri ke truk kontainer, ingin tenggelam ke dasar Atlantik (bersama Jack dan Titanic), atau pengen gantung diri di puun toge berdaun jarang?

STOP!

Jangan lakukan itu!

Jangan berpikir bodoh, hai teman. Tak tahukah kau kalau sekarang ini udah ada teknologi super canggih yang namanya operasi plastik. Jadi, coba minggir kasian itu supir truknya nggak bisa liwat. Udah, jangan coba-coba ikut tenggelem sama Jack karena Anda ga bakalan masup tipi, dan jangan gantung-gantung diri di puun toge berdaun jarang, karena kasian abang sotonya jadi nggak bisa jualan.

Mendingan kamyu ikut operasi di bawah ni aza dech.

".... Apakah dia harus memberitahu anak kecil itu bahwa sore ini tubuhnya akan dibedah, tulang-tulangnya akan dihaluskan untuk dibentuk sempurna--dengan sedikit peregangan dan pemadatan--tulang rawan hidung dan pipinya dilepas dan diganti dengan bahan plastik yang bisa diatur bentuknya, kulitnya dikelupas dan ditanam lagi dengan yang baru seperti rumput lapangan sepak bola di musim semi? Bahwa matanya akan dibentuk dengan sinar laser agar pandangannya jelas sempurna seumur hidup, dengan implan yang ditanam di bawah selaput mata sehingga mata cokelatnya yang biasa-biasa saja menjadi berkilau keemasan? Atau tentang otot-otot yang akan diganti secara elektrik dan semua lemak berlebih dikeluarkan untuk selamanya? Deretan gigi yang digantikan oleh bahan keramik putih seperti pajangan di asrama, dan sekuat sayap pesawat terbang?"
Gimandang? Oke punya duong?? Nggak sakit kok... Kecuali efek samping di bawah ini doang..

"Mereka bilang prosesnya tidak menyakitkan, kecuali pembentukan kulit baru, yang rasanya seperti terbakar sinar matahari mematikan selama beberapa minggu."
Yah.. Tentu saja. Cuma beberapa minggu aja kan, toh setelah itu kau akan jadi rupawan sampai kematian memisahkan nyawa dari raganya.

Tapi, sepertinya itu menyakitkan..

Well, beauty is pain, right? So, just bear with it if u really wanna be pretty.



Dan.. Tentu saja semua orang di negara tempat Tally tinggal mau menjadi rupawan. Tak terkecuali dengan Tally yang sudah menanti-nanti saatnya dia bisa menjadi rupawan agar bisa berjumpa dengan sahabatnya Peris (dia cowok loh, bukan cewek ;p) yang kini sudah tinggal di Kota Rupawan Baru.

Kenapa Tally belum menjadi rupawan dan masih tinggal di Uglyville sementara Peris sudah tinggal di Kota Rupawan Baru?

Ya, soalnya si Tally ini masih belum cukup umur. Orang-orang "jelek" ini baru akan dioperasi hingga jadi rupawan ketika usia mereka 16 tahun. Tally yang lebih muda beberapa bulan dari Peris harus bersabar hingga ia akan bergabung bersama para rupawan, hingga akhirnya dia merasa tak sabar dan mengendap-endap ke tempat tinggal Peris di Kota Rupawan Baru.

Perjalanan mendebarkan Tally itu membuatnya nyaris tertangkap dan mendapat hukuman, tetapi dia berhasil lolos dengan perjuangan yang epik. Hingga akhirnya dia bertemu Shay (kalo yang ini cewek ;p), si buruk rupa (sama seperti Tally) yang ternyata tidak ingin menjadi rupawan...

Tanpa Tally sadari, pertemuannya dengan Shay itu akan mengubah arah hidupnya... Mulai dari hampir nyusrug ke dalem jurang, kebakar di tengah padang bunga, makan SpagBol (apakah gerangan itu??) seumur hidupnya, dsb.

Ide ceritanya unik. Mengambil latar ratusan tahun dari waktu saya hidup sekarang ini. Ya, bukannya tidak mungkin jika di tahun 2798 nanti orang-orang tidak akan merasa iri lagi dengan bentuk tubuh tetangganya, atau dengan kulit putih saingan cintanya (#eeaa), karena semuanya sama-sama cantik dan menawan.

Tapi, jangan sangka kalau semuanya sudah cantik dan rupawan, maka masalah akan berhenti begitu saja. Selalu ada orang-orang yang tidak berpikir mainstream yang tidak akan tertipu oleh hal-hal bersifat fisik seperti itu. Di manapun juga, jika pemerintahan itu hanya terlihat baik di luarnya saja, pasti akan ada orang yang sadar bahwa ada yang salah di sana dan berusaha untuk keluar dari sistem itu. Seperti orang-orang yang tinggal di Smoke, yang berusaha untuk keluar dari gaya hidup mainstream orang-orang rupawan. Hal itulah yang membuat mereka dikejar kaum-kaum rupawan yang nggak rela, nggak ridho, dan ga ikhlas kalo ada orang-orang kayak gitu, sehingga orang-roang Smoke ini harus hidup dalam pelarian.

Lah? Muka muka gue juga! Nape lo yang rempong ngurusin, sih?! Seterah gw dong mau idung gw kayak abis kelindes bajaj kek, bibir gw kayak abis nyium tronton kek, jidat gw selebar lapangan golf kek. Apa urusannya sama lo? Suka-suka gw dong!! Emang kalian nggak tau kalo ratusan taun yang lalu ada lagu bunyinya "Coz u're amazing just the way u are~" yang dinyanyiin oleh seorang penyanyi namanya Bruno Mars?

Yah, sayangnya yang namanya pemerintahan distopia itu memang pasti begitu sodara-sodara. Semua dituntut untuk sama agar keadaan bisa serasi, selaras, dan seimbang. Nah, mending kalian baca sendiri saja ya kalau penasaran, soalna takutnya akyu jadi spoila.. hahaha

Yang jelas sih, saya suka ngerasa agak esmosi jiwa sendiri waktu Tally bilang kalau dia buruk rupa. -______-

Zzzzz... Dia orang bule yang kecantikannya sering diiriin sama orang Indonesia aja ngaku buruk rupa. Nah gw gimanaaa???

Eh, tapi saya nggak merasa diri saya buruk rupa kok. Karena saya juga ikut alirannya Mas Bruno Mars.. "Coz i'm amazing... Just the way i am..." Eh tapi kalo alis mata saya bisa tebelan dikit, mata saya bisa sedikit lebih belo, bekas luka di muka saya bisa ilang, sama gigi saya bisa dicakepin sih lebih oke lagi. (eh?)

Yang namanya manusia emang nggak pernah puas yaa... (ngomong sama kaca).

Bukunya lumayan oke. Suka sama adegan terbang-terbangan pake hoverboard (meskipun saya gagal membayangkan seperti apa rupanya). Nggak begitu suka sama Tally, karena karakternya terlalu mainstream. Sukanya sama Shay, yang kayaknya imut dan tough banget itu. >v<

Yah, setidaknya saya tidak menyesal membeli buku ini ketika JBF 2012 kemarin, karena saya hanya mendapatkan buku ini dengan harga 15 ribu sahaja!! Hahahahaha (ketawa puas) Jadi saya beli tiga buku trilogi Uglies ini hanya 50 rb rupiah saja!! Tapi akhirnya lemes juga pas liat di gutrits ternyata ada satu buku lagi yang ketinggalan. Si "Extras" itu. Zzzzz... Yowislah, diputuskan nanti mau lanjut ngumpulin semua apa nggak.

Oh iya, saya lagi malas banget ngisi resensi di blog buku saya. Lagi nyaman ngisi di gutrits aja. Huhuhu.. Ini pun saya baru saja melewati fase "mulai rajin baca buku lagi" setelah sebelumnya terkena penyakit "mandeg males nggak pengen baca apa-apaan".

Ndak papalah. Semua ada masanya.

Selesai resensi curcolan saya hari ini.



View all my reviews

2 comments:

  1. Mureee itu mureee bgt 15rb doang!!

    Btw, yg extras itu ga ada sangkut pautnya sama 3 buku pertama karena settingnya beda jauh lebih futuristik lagi. Si Tally jadi legend apa ya kalo ga salah.

    Btw, aku juga moody kok soal baca+review hehe. Mana mandegnya bulanan pula :P

    Take it easy mba Tika, anyway reviewmu selalu menyenangkan utk dibaca

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. iya, Ky. Karena mureee bengeeettt, jadi kalap gitu. Bener2 ga mampu menahan godaan deh di stand Serambi (si Matahati numpang disonoh. Masih satu sodara kah? O.o)

      Ohh.. Extras ga ada hubungannya ya? Kalo gitu bacanya kapan2 aja deh. Soalnya sempet agak nyesek juga pas tau kalo ada 1 buku yg blom aku beli. Tambah nyesek lagi klo ternyata tu buku adl buku terakhir. :( Tapi sekarang aku lega.. Hehehe

      Hiks, iya nih. Ketika timbunan semakin menggunung, mood baca aku malah anjlok banget.. :p

      Terima kasih sudah berkunjung. Jadi seneng.. \(^^)/

      Delete