August 29, 2012

Madre


My rating: 3 of 5 stars

Buku kedua Dee yang saya baca. Tampaknya saya lebih suka Filosofi Kopi daripada Madre. Cerita favorit saya ada di kisah terakhir, "Menunggu Layang-layang". Tentang dua orang sahabat, Christian "Che" dan Starla yang seperti magnet berbeda kutub. Sayangnya, meskipun mereka berasal dari kutub yang berbeda, mereka tidak saling tarik menarik. Hhmm.. Maksud saya tidak tarik menarik secara ikatan hati, alias ya.. u know lah.. ^^

Starla adalah seorang perempuan atraktif yang aktif, simpel, dan dinamis. Ia juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak peduli dengan apa yang dipikirkan dunia tentangnya. Saking atraktifnya Starla, dia sering gonta ganti pacar. Tidak ada hubungan yang bertahan lama dalam semesta Starla.

Dalam semesta seorang Starla, "nanti" adalah rentang waktu yang pendek. Tak sampai sebulan dari sekarang, di tempat sama, aku berani taruhan sepuluh kilogram fillet ikan dori, bahwa dia akan menonton film dengan jenis pria lain. Dan masih kunantikan pemunculan atlet sepak takraw, ilusionis, atau pawang ular. Dalam semesta seorang Starla, itu hanya masalah waktu. (Hal. 134)



Berkebalikan dengan Starla, Christian adalah seorang yang kaku dan perfeksionis. Ia juga orang yang tampaknya tidak suka mengambil risiko dan senang dengan rutinitasnya yang membosankan dan itu-itu saja. Hhmm.. Nih salah satu contoh betapa perfeksionisnya Christian..

... Yang pertama kulakukan ialah menenggak segelas air putih di sebelah tempat tidur, lalu menyiapkan kopi "1, 2, 3" yaitu satu sendok kopi, dua sendok gula, tiga sendok krimer. Cadangan energi sampai makan siang kudapat dari empat helai roti gandum utuh, sepasang pertama kuselipkan selembar keju, pasangan kedua kutamploki telur mata sapi mulus yang dimasak di microwave selama satu setengah menit.

Selesai sarapan, aku mandi di bawah pancuran dengan keran air dingin terputar persis 80 derajat, sementara keran air panasnya 45 derajat. Ada potongan selofan merah sebagai penanda. Hasil uji coba panjang dengan beragam temperatur air dan posisi keran. (Hal. 127)


Ffiuh.. ^^; Oh iya, saking perfeksionisnya Christian, ia juga menamai kompilasi lagunya dengan nama-nama aneh. Seperti "Bangun Tidur Ku Terus Mandi" yang biasa ia dengarkan setelah bangun tidur, "Naik, Naik, ke Puncak Gunung" lagu semangat yang mengantarkannya hingga tiba di kantor dengan penuh semangat, sampai "Di Bawah Sinar Bulan Purnama" yang cocok untuk didengarkan di malam hari di tepian pantai diiringi deburan ombak dan semilir angin pantai yang sejuk..

Persahabatan antara Starlah dan "Che" (Starla selalu memanggil Christian dengan huruf awalnya" telah berlangsung selama 4 tahun dan mereka telah saling tahu tabiat masing-masing. Tampaknya tidak ada satupun yang mampu menghancurkan persahabatan mereka, hingga suatu hari Starla mulai menjalin hubungan dengan sahabat Christian sejak kecil...

Kalau kisah-kisah di Filosofi Kopi penuh dengan nuansa filosofis, maka di Madre ini tampaknya unsur drama-nya yang lebih kental. Dan kalau setelah membaca Filosofi Kopi saya jadi pengen duduk di pinggir jendela sambil minum kupi, maka setelah baca Madre saya jadi ingin mamam ruti sambil duduk di teras rumah.. :)

Saya pribadi tampaknya lebih suka Filosofi Kopi daripada Madre. Kayaknya lebih beda aja gitu, tema-tema cerita yang diangkatnya. Tapi, gaya bercerita Dee masih mengasyikkan untuk dibaca, meski saya baru baca cerpen-cerpennya saja dan belum pernah "mencicipi" novelnya. Yah, setelah ini saya akan mencobanya. Setelah ini...

4 comments:

  1. Sy sdh baca buku ini dan sdh bikin review juga http: //nanniaminilibrary.blogspot.com/2012/02/madre.html :D.
    Cerita fave sy justru 'Madre', tapi juga suka 'Menunggu layang-layang'
    asyik juga tuh sore2 makan roti di teras rumah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka Madre. Rasanya pas baca cerita itu aku bisa nyium bau roti dari kertas2nya. Hahaha.. Dan jadi ngiler luar biasa setelah baca.. Sluurrpp.. ^^

      Delete
  2. Aku blm pernah nyicip buku-buku lezatnya Dee.. Baca dari reviewmu kayaknya Yummy nih.. (Psst, trus endingnya mereka saling tarik menarik ga? *bocorin dong*)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi, mereka berdua itu.... Ah, ga mau bocorin aaahh.. xp

      Buku2nya Dee cukup Yummy, menurutku. Mau coba baca? Sayang buku ini bukan punyaku. Hehehe

      Delete

August 29, 2012

Madre


My rating: 3 of 5 stars

Buku kedua Dee yang saya baca. Tampaknya saya lebih suka Filosofi Kopi daripada Madre. Cerita favorit saya ada di kisah terakhir, "Menunggu Layang-layang". Tentang dua orang sahabat, Christian "Che" dan Starla yang seperti magnet berbeda kutub. Sayangnya, meskipun mereka berasal dari kutub yang berbeda, mereka tidak saling tarik menarik. Hhmm.. Maksud saya tidak tarik menarik secara ikatan hati, alias ya.. u know lah.. ^^

Starla adalah seorang perempuan atraktif yang aktif, simpel, dan dinamis. Ia juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi dan tidak peduli dengan apa yang dipikirkan dunia tentangnya. Saking atraktifnya Starla, dia sering gonta ganti pacar. Tidak ada hubungan yang bertahan lama dalam semesta Starla.

Dalam semesta seorang Starla, "nanti" adalah rentang waktu yang pendek. Tak sampai sebulan dari sekarang, di tempat sama, aku berani taruhan sepuluh kilogram fillet ikan dori, bahwa dia akan menonton film dengan jenis pria lain. Dan masih kunantikan pemunculan atlet sepak takraw, ilusionis, atau pawang ular. Dalam semesta seorang Starla, itu hanya masalah waktu. (Hal. 134)



Berkebalikan dengan Starla, Christian adalah seorang yang kaku dan perfeksionis. Ia juga orang yang tampaknya tidak suka mengambil risiko dan senang dengan rutinitasnya yang membosankan dan itu-itu saja. Hhmm.. Nih salah satu contoh betapa perfeksionisnya Christian..

... Yang pertama kulakukan ialah menenggak segelas air putih di sebelah tempat tidur, lalu menyiapkan kopi "1, 2, 3" yaitu satu sendok kopi, dua sendok gula, tiga sendok krimer. Cadangan energi sampai makan siang kudapat dari empat helai roti gandum utuh, sepasang pertama kuselipkan selembar keju, pasangan kedua kutamploki telur mata sapi mulus yang dimasak di microwave selama satu setengah menit.

Selesai sarapan, aku mandi di bawah pancuran dengan keran air dingin terputar persis 80 derajat, sementara keran air panasnya 45 derajat. Ada potongan selofan merah sebagai penanda. Hasil uji coba panjang dengan beragam temperatur air dan posisi keran. (Hal. 127)


Ffiuh.. ^^; Oh iya, saking perfeksionisnya Christian, ia juga menamai kompilasi lagunya dengan nama-nama aneh. Seperti "Bangun Tidur Ku Terus Mandi" yang biasa ia dengarkan setelah bangun tidur, "Naik, Naik, ke Puncak Gunung" lagu semangat yang mengantarkannya hingga tiba di kantor dengan penuh semangat, sampai "Di Bawah Sinar Bulan Purnama" yang cocok untuk didengarkan di malam hari di tepian pantai diiringi deburan ombak dan semilir angin pantai yang sejuk..

Persahabatan antara Starlah dan "Che" (Starla selalu memanggil Christian dengan huruf awalnya" telah berlangsung selama 4 tahun dan mereka telah saling tahu tabiat masing-masing. Tampaknya tidak ada satupun yang mampu menghancurkan persahabatan mereka, hingga suatu hari Starla mulai menjalin hubungan dengan sahabat Christian sejak kecil...

Kalau kisah-kisah di Filosofi Kopi penuh dengan nuansa filosofis, maka di Madre ini tampaknya unsur drama-nya yang lebih kental. Dan kalau setelah membaca Filosofi Kopi saya jadi pengen duduk di pinggir jendela sambil minum kupi, maka setelah baca Madre saya jadi ingin mamam ruti sambil duduk di teras rumah.. :)

Saya pribadi tampaknya lebih suka Filosofi Kopi daripada Madre. Kayaknya lebih beda aja gitu, tema-tema cerita yang diangkatnya. Tapi, gaya bercerita Dee masih mengasyikkan untuk dibaca, meski saya baru baca cerpen-cerpennya saja dan belum pernah "mencicipi" novelnya. Yah, setelah ini saya akan mencobanya. Setelah ini...

4 comments:

  1. Sy sdh baca buku ini dan sdh bikin review juga http: //nanniaminilibrary.blogspot.com/2012/02/madre.html :D.
    Cerita fave sy justru 'Madre', tapi juga suka 'Menunggu layang-layang'
    asyik juga tuh sore2 makan roti di teras rumah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga suka Madre. Rasanya pas baca cerita itu aku bisa nyium bau roti dari kertas2nya. Hahaha.. Dan jadi ngiler luar biasa setelah baca.. Sluurrpp.. ^^

      Delete
  2. Aku blm pernah nyicip buku-buku lezatnya Dee.. Baca dari reviewmu kayaknya Yummy nih.. (Psst, trus endingnya mereka saling tarik menarik ga? *bocorin dong*)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi, mereka berdua itu.... Ah, ga mau bocorin aaahh.. xp

      Buku2nya Dee cukup Yummy, menurutku. Mau coba baca? Sayang buku ini bukan punyaku. Hehehe

      Delete