August 28, 2012

Mystic River


Mystic RiverMystic River by Dennis Lehane
My rating: 4 of 5 stars

Dua puluh lima tahun yang lalu, Dave Boyle masuk ke dalam sebuah mobil dan menghilang selama empat hari. Kedua temannya, Jimmy Marcus dan Sean Devine cukup "pintar" untuk tidak naik ke dalam mobil yang mereka kira mobil polisi itu. Dave ternyata diculik oleh dua orang pria pedofil, dan dia cukup beruntung untuk bisa keluar dari neraka itu dan kembali kepada ibunya yang gila. Oh, Dave sudah tidak punya ayah.

Sejak saat itu, tiga orang ini tidak bermain bersama lagi dan menjalani takdir mereka yang saling berlawanan. Namun kejadian di hari itu tetap hidup di dalam diri mereka, yang tanpa mereka sadari telah mengubah diri juga masa depan mereka untuk selamanya..

Kini, ketiga teman lama itu dipertautkan kembali dalam sebuah keadaan yang tidak menyenangkan. Katie, putri tertua Jimmy terbunuh di sebuah malam selepas ia pulang dari bar bersama kedua sahabatnya. Katie berniat untuk kawin lari dengan pacarnya Brendan Harris, seorang pemuda baik hati yang sangat dibenci Jimmy. Namun malang, Katie harus menghadapi kenyataan menyedihkan di malam itu.

Sementara itu, di malam itu juga Dave pulang ke rumahnya dengan baju berlumuran darah dan tangan yang terluka. Ia berkata kepada istrinya, Celeste, bahwa ia baru saja memukul orang bahkan mungkin membunuhnya. Celeste menenangkan suaminya dan membantu Dave untuk menghilangkan barang bukti, meski ia tak tahu siapa orang yang tengkoraknya baru saja diremukkan oleh suaminya itu.

Sean, yang kehidupannya paling beruntung dari mereka semua, kini bekerja sebagai seorang polisi. Dan ya, dialah yang bertanggung jawab untuk menemukan pembunuh Katie Marcus.

Jimmy, di usianya yang ke-36 telah memiliki tiga orang anak, salah satunya Katie, putri sulungnya yang terbunuh, yang ketika itu berusia 19 tahun. Katie adalah putri kesayangan Jimmy, karena 14 tahun yang lalu ia harus menghadapi keadaan sulit hanya berdua dengan putrinya itu.

Istri pertama Jimmy, Marita, meninggal dunia karena kanker ketika Jimmy berada di penjara. Ia harus mendekam selama dua tahun di sana dan tidak bisa menemani istrinya di saat-saat terakhirnya. Sekeluarnya Jimmy dari penjara, ia harus bertanggung jawab atas anaknya yang ketika itu berusia lima tahun. Anak yang telah menjadi orang asing baginya, anak yang begitu terluka karena baru saja kehilangan ibunya, tapi di saat yang sama sangat membutuhkan keberadaannya. Itulah yang membuat Jimmy sangat mencintai Katie, lebih dari cintanya kepada Annabeth, istri keduanya, juga Nadine dan Sarah, dua putrinya dengan Annabeth.

Bisa dipastikan kalau kematian Katie benar-benar menghancurkan Jimmy. Dia merasa sedih, terluka, dan sangat marah. Jimmy bukanlah orang baik-baik. Ia sudah berulang kali keluar masuk penjara sebelumnya. Ia juga jenius, karena polisi tidak bisa meringkusnya karena ia selalu berhati-hati ketika melancarkan aksinya. Demi Katie-lah ia berubah menjadi orang baik. Ia berjanji untuk tidak akan masuk ke penjara lagi demi buah hatinya itu. Dan kini, demi Katie juga dia bersedia untuk menjadi penjahat sekali lagi, meski itu berarti harus menghabisi orang, sekali lagi...

Saya beli buku ini sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu di sebuah bazaar buku di kampus. Bukunya saya dapatkan dengan harga cukup murah dan jujur saya tertarik dengan covernya yang bernuansa hijau dengan bayangan tiga orang lelaki di air itu. Sayang, ketika itu saya nggak berhasil menyelesaikan buku ini dan membiarkannya teronggok begitu saja di kamar hingga akhirnya saya putuskan untuk menuntaskan buku ini.

Sedihnya, dulu kekepoan saya membuat saya secara tidak sengaja tahu endingnya seperti apa.. T^T Ketika mulai membaca novel ini, saya mulai gugling dan dari sana saya tahu kalau novel ini telah diangkat dalam versi layar lebar. Hebatnya, filmnya meraih banyak penghargaan termasuk Oscar. Ketika itulah Mbah Wiki yang baik hati membuat saya tahu ending filmnya seperti apa. Terus, saya jadi males baca deh.. TT_____TT

Soalnya, saya juga rada-rada gimana gitu pas baca buku ini beberapa tahun yang lalu. Agak-agak nggak kuat mental aja. #lebay Padahal baca Conan atau Kindaichi atau Sherlock Holmes nyante-nyante aja. Haha.. Mungkin karena sejak awal sudah ada balutan drama dalam novel ini kali ya? Jadi, saya rada-rada nggak rela gitu ketika si Katie ternyata beneran meninggal. Terus saya juga nggak tega sama karakter lainnya, terutama Dave dan Jimmy.

Lagipula di awal alurnya memang agak-agak lambat, yang bikin saya nggak beres-beres bacanya.. #alesan xp Ketika membaca sekali lagi (kali ini dengan niat dituntaskan) saya juga merasa agak-agak lemah jantung (jenis sensasi yang biasa ada kalo lagi baca cerita-cerita pembunuhan dan misteri) dan beberapa kali harus tutup buku bentar, tarik nafas, tidur, ngeteh, baru baca lagi. Eh, boong deh ga sambil ngeteh. Soalnya saya baca di dalam kereta sepanjang perjalanan Jakarta-Jogja, terus lanjut dari Jogja-Madiun dan dituntaskan di perjalanan Madiun-Jogja. Hheuu..

Tapi ternyata, meskipun saya sudah tau endingnya gimana, buku ini masih memberikan saya kejutan-kejutan. Dari yang awalnya saya nggak rela dan bete ketika baca buku ini (karena udah tau akhirnya), sekarang jadi bisa menerima dengan legowo.. Eh, tapi nggak legowo-legowo banget sih. Soalnya.. Soalnya.. Soalnya... Aaargghhh!!!!!

Okay, karena saya belum nonton filmnya, setelah ini saya akan cari film "Mystic River" ini yang dimainkan oleh Sean Penn, Tim Robbins, dll. Di film ini juga Emmy Rossum mulai dikenal publik setelah berperan jadi putri sulung Jimmy yang terbunuh itu.



View all my reviews

No comments:

Post a Comment

August 28, 2012

Mystic River


Mystic RiverMystic River by Dennis Lehane
My rating: 4 of 5 stars

Dua puluh lima tahun yang lalu, Dave Boyle masuk ke dalam sebuah mobil dan menghilang selama empat hari. Kedua temannya, Jimmy Marcus dan Sean Devine cukup "pintar" untuk tidak naik ke dalam mobil yang mereka kira mobil polisi itu. Dave ternyata diculik oleh dua orang pria pedofil, dan dia cukup beruntung untuk bisa keluar dari neraka itu dan kembali kepada ibunya yang gila. Oh, Dave sudah tidak punya ayah.

Sejak saat itu, tiga orang ini tidak bermain bersama lagi dan menjalani takdir mereka yang saling berlawanan. Namun kejadian di hari itu tetap hidup di dalam diri mereka, yang tanpa mereka sadari telah mengubah diri juga masa depan mereka untuk selamanya..

Kini, ketiga teman lama itu dipertautkan kembali dalam sebuah keadaan yang tidak menyenangkan. Katie, putri tertua Jimmy terbunuh di sebuah malam selepas ia pulang dari bar bersama kedua sahabatnya. Katie berniat untuk kawin lari dengan pacarnya Brendan Harris, seorang pemuda baik hati yang sangat dibenci Jimmy. Namun malang, Katie harus menghadapi kenyataan menyedihkan di malam itu.

Sementara itu, di malam itu juga Dave pulang ke rumahnya dengan baju berlumuran darah dan tangan yang terluka. Ia berkata kepada istrinya, Celeste, bahwa ia baru saja memukul orang bahkan mungkin membunuhnya. Celeste menenangkan suaminya dan membantu Dave untuk menghilangkan barang bukti, meski ia tak tahu siapa orang yang tengkoraknya baru saja diremukkan oleh suaminya itu.

Sean, yang kehidupannya paling beruntung dari mereka semua, kini bekerja sebagai seorang polisi. Dan ya, dialah yang bertanggung jawab untuk menemukan pembunuh Katie Marcus.

Jimmy, di usianya yang ke-36 telah memiliki tiga orang anak, salah satunya Katie, putri sulungnya yang terbunuh, yang ketika itu berusia 19 tahun. Katie adalah putri kesayangan Jimmy, karena 14 tahun yang lalu ia harus menghadapi keadaan sulit hanya berdua dengan putrinya itu.

Istri pertama Jimmy, Marita, meninggal dunia karena kanker ketika Jimmy berada di penjara. Ia harus mendekam selama dua tahun di sana dan tidak bisa menemani istrinya di saat-saat terakhirnya. Sekeluarnya Jimmy dari penjara, ia harus bertanggung jawab atas anaknya yang ketika itu berusia lima tahun. Anak yang telah menjadi orang asing baginya, anak yang begitu terluka karena baru saja kehilangan ibunya, tapi di saat yang sama sangat membutuhkan keberadaannya. Itulah yang membuat Jimmy sangat mencintai Katie, lebih dari cintanya kepada Annabeth, istri keduanya, juga Nadine dan Sarah, dua putrinya dengan Annabeth.

Bisa dipastikan kalau kematian Katie benar-benar menghancurkan Jimmy. Dia merasa sedih, terluka, dan sangat marah. Jimmy bukanlah orang baik-baik. Ia sudah berulang kali keluar masuk penjara sebelumnya. Ia juga jenius, karena polisi tidak bisa meringkusnya karena ia selalu berhati-hati ketika melancarkan aksinya. Demi Katie-lah ia berubah menjadi orang baik. Ia berjanji untuk tidak akan masuk ke penjara lagi demi buah hatinya itu. Dan kini, demi Katie juga dia bersedia untuk menjadi penjahat sekali lagi, meski itu berarti harus menghabisi orang, sekali lagi...

Saya beli buku ini sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu di sebuah bazaar buku di kampus. Bukunya saya dapatkan dengan harga cukup murah dan jujur saya tertarik dengan covernya yang bernuansa hijau dengan bayangan tiga orang lelaki di air itu. Sayang, ketika itu saya nggak berhasil menyelesaikan buku ini dan membiarkannya teronggok begitu saja di kamar hingga akhirnya saya putuskan untuk menuntaskan buku ini.

Sedihnya, dulu kekepoan saya membuat saya secara tidak sengaja tahu endingnya seperti apa.. T^T Ketika mulai membaca novel ini, saya mulai gugling dan dari sana saya tahu kalau novel ini telah diangkat dalam versi layar lebar. Hebatnya, filmnya meraih banyak penghargaan termasuk Oscar. Ketika itulah Mbah Wiki yang baik hati membuat saya tahu ending filmnya seperti apa. Terus, saya jadi males baca deh.. TT_____TT

Soalnya, saya juga rada-rada gimana gitu pas baca buku ini beberapa tahun yang lalu. Agak-agak nggak kuat mental aja. #lebay Padahal baca Conan atau Kindaichi atau Sherlock Holmes nyante-nyante aja. Haha.. Mungkin karena sejak awal sudah ada balutan drama dalam novel ini kali ya? Jadi, saya rada-rada nggak rela gitu ketika si Katie ternyata beneran meninggal. Terus saya juga nggak tega sama karakter lainnya, terutama Dave dan Jimmy.

Lagipula di awal alurnya memang agak-agak lambat, yang bikin saya nggak beres-beres bacanya.. #alesan xp Ketika membaca sekali lagi (kali ini dengan niat dituntaskan) saya juga merasa agak-agak lemah jantung (jenis sensasi yang biasa ada kalo lagi baca cerita-cerita pembunuhan dan misteri) dan beberapa kali harus tutup buku bentar, tarik nafas, tidur, ngeteh, baru baca lagi. Eh, boong deh ga sambil ngeteh. Soalnya saya baca di dalam kereta sepanjang perjalanan Jakarta-Jogja, terus lanjut dari Jogja-Madiun dan dituntaskan di perjalanan Madiun-Jogja. Hheuu..

Tapi ternyata, meskipun saya sudah tau endingnya gimana, buku ini masih memberikan saya kejutan-kejutan. Dari yang awalnya saya nggak rela dan bete ketika baca buku ini (karena udah tau akhirnya), sekarang jadi bisa menerima dengan legowo.. Eh, tapi nggak legowo-legowo banget sih. Soalnya.. Soalnya.. Soalnya... Aaargghhh!!!!!

Okay, karena saya belum nonton filmnya, setelah ini saya akan cari film "Mystic River" ini yang dimainkan oleh Sean Penn, Tim Robbins, dll. Di film ini juga Emmy Rossum mulai dikenal publik setelah berperan jadi putri sulung Jimmy yang terbunuh itu.



View all my reviews

No comments:

Post a Comment