August 29, 2012

Sejuta Cinta Untuk Aubrey... :))


Love, AubreyLove, Aubrey by Suzanne LaFleur
My rating: 4 of 5 stars

Hidup Aubrey, gadis kecil berusia 11 tahun, berubah dalam sekejap setelah kecelakaan itu. Ayah dan adik perempuannya, Savannah, meninggal dunia. Aubrey kini harus hidup berdua dengan ibunya. Sayangnya, tak lama kemudian Aubrey juga harus "kehilangan" ibunya. Suatu pagi, ibu Aubrey pergi dari rumah, dan tak kembali lagi...

Namun Aubrey adalah anak yang tegar. Ia tak meminta tolong kepada siapapun dan tetap menjalani hidupnya seorang diri di rumahnya. Seminggu penuh Aubrey menyambung hidup dengan makan makanan kaleng yang dibelinya, hingga akhirnya Gram yang khawatir karena mereka tak menghubunginya menempuh perjalanan jauh melintasi Amerika Serikat yang luas itu, untuk menengok putri dan cucunya.



Gram terkejut melihat Aubrey sendirian di rumahnya. Gram pun membawa Aubrey untuk tinggal bersamanya di Vermont, yang membutuhkan waktu sehari semalam dari Virginia dengan kereta api, karena Gram tak suka naik pesawat.

Di Vermont, Aubrey mulai menemukan kembali hidupnya lewat bantuan Gram dan sahabat barunya, Bridget. Sementara itu, Gram tetap berusaha mencari anak perempuannya kemana-mana. Sayang, mereka belum berhasil menemukannya. Kecelakaan itu terlalu berat buat ibu Aubrey, yang ketika itu memegang kemudi.

Aubrey sendiri terlihat tidak peduli ketika ibunya menghilang. Meskipun sebenarnya, di dalam hatinya ia menyimpan perasaan rindu, khawatir, dan juga marah kepada ibu yang meninggalkannya itu. Untuk melampiaskan perasaannya, Aubrey secara rutin menuliskan surat. Seringnya untuk Jilly, sahabat imajiner Savannah. Namun, berkat bantuan Amy, guru BP Aubrey, ia mulai menulis surat kepada orang yang ia maksudkan meski tak pernah mengirimkannya kepada mereka.

Dear Jilly,

Aku tidak pernah benar-benar membantu siapa pun mencari Mom. Dia kan, seorang ibu. Seharusnya Mom yang mencariku, bukan? Tapi, mungkin Mom membutuhkan bantuan, dan mungkin Mom menungguku. Aku hanya tidak tahu bagaimana membantunya.

Aku mulai bersekolah besok. Kurasa, kau tahu besok itu bertepatan dengan hari apa.

Love,
Aubrey


Surat Aubrey di atas menggambarkan perasaan dilema yang melingkupinya ketika Mom hilang. Ketika itu, Aubrey juga mulai bersekolah di tempat yang baru, tapi hari awal sekolah bertepatan dengan sebuah hari yang begitu berat bagi Aubrey.. :'(

Dear Jilly,

Aku ingat sesuatu hari ini. Aku ingat sekuntum mawar merah muda yang ditinggalkan di kamarku setelah pemakaman. Aku tidak tahu siapa yang menaruhnya di sana dan tidak melihat ada orang keluar atau masuk kamarku, jadi aku ingin berpura-pura mawar itu darimu, walau aku tahu itu tidak masuk akal. Kurasa, sebesar itulah rasa rinduku pada Savannah. Aku ingin menganggap bagian dari dirinya masih ada di sekitarku.

Sekarang, setelah teringat mawar itu, aku menyesal tidak membawanya ke Vermont bersamaku. Bunga itu masih di kamarku yang lama, mengering di suatu tempat.

Tapi, kurasa mawar itu tetap akan di sana saat ak kembali, dan aku akan dapat menemukannya nanti.

Love,
Aubrey


Surat-surat Aubrey--yang selalu diakhiri dengan "Love, Aubrey"--dengan suksesnya membuat mata saya basah dan menangis sesenggukan. Aih.. Saya memang sangat lemah dengan cerita-cerita semacam ini. Aubrey yang tegar dan dituntut untuk menjadi lebih dewasa sebelum waktunya benar-benar luar biasa. Begitu juga dengan Bridget dan keluarganya yang lovely dan membantu Aubrey setiap kali gadis cilik itu mengalami masa sulit.

Dan jangan lupakan juga Gram, si nenek baik hati yang membantu cucunya melewati masa-masa sulitnya. Yang memberikan Aubrey tugas-tugas setiap hari hingga ia tak punya waktu untuk berpangku tangan dan meratapi nasibnya. Yang masakan-masakannya selalu sukses membuat saya ngiler ketika membacanya.. ^^;

4 bintang untuk Aubrey, Gram, dan Bridget..

Dear Aubrey,

Kehilangan seseorang yang kita cintai memang pasti menyakitkan. Aku memang belum pernah merasakannya, tapi aku bisa membayangkannya. Aku senang kamu bisa mengatasi hal itu Aubrey. Kamu memang seorang gadis kecil yang hebat. Terima kasih sudah membagi kisahmu.. ^^

Love

View all my reviews

2 comments:

  1. Waduh jadi keinget jaman dulu, dimana aku suka banget sama cerita haru yang tokohnya naka2 gini. Keinget candy candy dan remi. Reviewnya keren mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih.. ^^

      Ah, itu Remi anime favoritku jaman dulu.. T___T
      Mengharukan banget itu cerita. Sayang aku belom baca buku yang menginspirasi si Remi ini. Hiks..

      Delete

August 29, 2012

Sejuta Cinta Untuk Aubrey... :))


Love, AubreyLove, Aubrey by Suzanne LaFleur
My rating: 4 of 5 stars

Hidup Aubrey, gadis kecil berusia 11 tahun, berubah dalam sekejap setelah kecelakaan itu. Ayah dan adik perempuannya, Savannah, meninggal dunia. Aubrey kini harus hidup berdua dengan ibunya. Sayangnya, tak lama kemudian Aubrey juga harus "kehilangan" ibunya. Suatu pagi, ibu Aubrey pergi dari rumah, dan tak kembali lagi...

Namun Aubrey adalah anak yang tegar. Ia tak meminta tolong kepada siapapun dan tetap menjalani hidupnya seorang diri di rumahnya. Seminggu penuh Aubrey menyambung hidup dengan makan makanan kaleng yang dibelinya, hingga akhirnya Gram yang khawatir karena mereka tak menghubunginya menempuh perjalanan jauh melintasi Amerika Serikat yang luas itu, untuk menengok putri dan cucunya.



Gram terkejut melihat Aubrey sendirian di rumahnya. Gram pun membawa Aubrey untuk tinggal bersamanya di Vermont, yang membutuhkan waktu sehari semalam dari Virginia dengan kereta api, karena Gram tak suka naik pesawat.

Di Vermont, Aubrey mulai menemukan kembali hidupnya lewat bantuan Gram dan sahabat barunya, Bridget. Sementara itu, Gram tetap berusaha mencari anak perempuannya kemana-mana. Sayang, mereka belum berhasil menemukannya. Kecelakaan itu terlalu berat buat ibu Aubrey, yang ketika itu memegang kemudi.

Aubrey sendiri terlihat tidak peduli ketika ibunya menghilang. Meskipun sebenarnya, di dalam hatinya ia menyimpan perasaan rindu, khawatir, dan juga marah kepada ibu yang meninggalkannya itu. Untuk melampiaskan perasaannya, Aubrey secara rutin menuliskan surat. Seringnya untuk Jilly, sahabat imajiner Savannah. Namun, berkat bantuan Amy, guru BP Aubrey, ia mulai menulis surat kepada orang yang ia maksudkan meski tak pernah mengirimkannya kepada mereka.

Dear Jilly,

Aku tidak pernah benar-benar membantu siapa pun mencari Mom. Dia kan, seorang ibu. Seharusnya Mom yang mencariku, bukan? Tapi, mungkin Mom membutuhkan bantuan, dan mungkin Mom menungguku. Aku hanya tidak tahu bagaimana membantunya.

Aku mulai bersekolah besok. Kurasa, kau tahu besok itu bertepatan dengan hari apa.

Love,
Aubrey


Surat Aubrey di atas menggambarkan perasaan dilema yang melingkupinya ketika Mom hilang. Ketika itu, Aubrey juga mulai bersekolah di tempat yang baru, tapi hari awal sekolah bertepatan dengan sebuah hari yang begitu berat bagi Aubrey.. :'(

Dear Jilly,

Aku ingat sesuatu hari ini. Aku ingat sekuntum mawar merah muda yang ditinggalkan di kamarku setelah pemakaman. Aku tidak tahu siapa yang menaruhnya di sana dan tidak melihat ada orang keluar atau masuk kamarku, jadi aku ingin berpura-pura mawar itu darimu, walau aku tahu itu tidak masuk akal. Kurasa, sebesar itulah rasa rinduku pada Savannah. Aku ingin menganggap bagian dari dirinya masih ada di sekitarku.

Sekarang, setelah teringat mawar itu, aku menyesal tidak membawanya ke Vermont bersamaku. Bunga itu masih di kamarku yang lama, mengering di suatu tempat.

Tapi, kurasa mawar itu tetap akan di sana saat ak kembali, dan aku akan dapat menemukannya nanti.

Love,
Aubrey


Surat-surat Aubrey--yang selalu diakhiri dengan "Love, Aubrey"--dengan suksesnya membuat mata saya basah dan menangis sesenggukan. Aih.. Saya memang sangat lemah dengan cerita-cerita semacam ini. Aubrey yang tegar dan dituntut untuk menjadi lebih dewasa sebelum waktunya benar-benar luar biasa. Begitu juga dengan Bridget dan keluarganya yang lovely dan membantu Aubrey setiap kali gadis cilik itu mengalami masa sulit.

Dan jangan lupakan juga Gram, si nenek baik hati yang membantu cucunya melewati masa-masa sulitnya. Yang memberikan Aubrey tugas-tugas setiap hari hingga ia tak punya waktu untuk berpangku tangan dan meratapi nasibnya. Yang masakan-masakannya selalu sukses membuat saya ngiler ketika membacanya.. ^^;

4 bintang untuk Aubrey, Gram, dan Bridget..

Dear Aubrey,

Kehilangan seseorang yang kita cintai memang pasti menyakitkan. Aku memang belum pernah merasakannya, tapi aku bisa membayangkannya. Aku senang kamu bisa mengatasi hal itu Aubrey. Kamu memang seorang gadis kecil yang hebat. Terima kasih sudah membagi kisahmu.. ^^

Love

View all my reviews

2 comments:

  1. Waduh jadi keinget jaman dulu, dimana aku suka banget sama cerita haru yang tokohnya naka2 gini. Keinget candy candy dan remi. Reviewnya keren mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasih.. ^^

      Ah, itu Remi anime favoritku jaman dulu.. T___T
      Mengharukan banget itu cerita. Sayang aku belom baca buku yang menginspirasi si Remi ini. Hiks..

      Delete