February 2, 2012

O. Henry - Cinta Yang Hilang

"Cinta Yang Hilang" adalah sebuah buku kumpulan cerpen karya sastrawan besar Amerika, O. Henry. Buku ini berisikan tujuh cerita bertemakan cinta, yang saya rasa hampir semua tokohnya merasakan kehilangan. Sejujurnya, saya selalu bingung kalau mau buat review cerpen. Soalnya, saya jadi tergoda untuk tulis spoilernya. Huhuhu...

Dari ketujuh cerpen ini, saya paling suka cerpen kelima berjudul "Kenyataan adalah Sandiwara". Cerpen ini berkisah tentang sebuah ironi dari cinta segitiga antara dua orang lelaki yang bersahabat dengan seorang perempuan. Dua lelaki itu bernama Frank Barry dan John Delaney. Mereka bersaing untuk mendapatkan cinta seorang gadis muda dan cantik bernama Helen.

Persaingan mereka berakhir ketika Helen menyerahkan hatinya kepada Frank. Mereka pun menikah, dan John Delaney-lah yang menjadi pendamping pengantin pria. Sayangnya, John masih belum bisa melupakan perasaan cintanya kepada Helen. Ia mengajak Helen yang saat itu sudah menikah dengan Frank, untuk kabur bersamanya. Helen menolak mentah-mentah tawaran itu, ia menyuruh John pergi yang akhirnya diterima John dengan berat hati. Sebelum pergi, John meminta izin untuk mencium tangan Helen, yang dikabulkan oleh Helen. Ironisnya, tepat saat itu juga Frank melihat mereka berdua di sana, yang membuat Frank sangat marah.

Kejadian itu membuat Helen yang baru saja melangsungkan upacara pernikahannya (belom pake malam pertama segala ;p) menjadi janda. Frank meninggalkannya, membuat Helen menjadi terkenal di kota itu karena kisahnya yang tragis. Dua puluh tahun berlalu, Helen masih tetap setia pada cintanya untuk Frank. Ia kini mewarisi toko dan rumah milik orangtuanya, yang ia sewakan kepada orang-orang.

Kecantikan Helen masih belum hilang dimakan usia, meskipun ia hampir memasuki usia 40. Helen dilamar oleh beberapa pria yang semuanya ditolak olehnya. Termasuk seorang pria misterius bernama Ramonti yang kehilangan ingatannya dua puluh tahun yang lalu. Helen sendiri merasakan ketertarikan kepada pria ini, meskipun ia tetap kukuh pada pendiriannya untuk setia kepada suami yang telah meninggalkannya. Mungkinkah Ramonti adalah sosok pria dari masa lalu Helen? Apakah ia Frank yang dengan begitu saja meninggalkan Helen di hari pernikahan mereka tanpa sedikit pun meminta penjelasan dari Helen? Ataukah ia John, yang mengaku sangat mencintai Helen dan tidak bisa hidup tanpanya?

Kisah "Kenyataan adalah Sandiwara" mencoba menampilkan kepada pembaca bahwa terkadang kenyataan itu jauh lebih kejam daripada sebuah sandiwara. Seberapun sedih ataupun tragisnya sebuah sandiwara, ia tetaplah sebuah sandiwara yang akan berakhir jika layar sudah diturunkan. Tetapi kenyataan tidaklah begitu. Ia akan terus ada hingga akhir hayat sang aktor atau aktris di panggung kehidupan...

Cerpen-cerpen lain dari buku kumcer ini juga sangat menarik. Cerita pertama, "Cinta Yang Hilang", mengisahkan seorang pemuda yang mencari gadis yang sangat dicintainya. Kisahnya menyesakkan dan penuh misteri, juga berakhir tragis. Nampaknya, O. Henry senang menampilkan ending cerita yang menggantung, sehingga pembaca diberi keleluasaan untuk membayangkan sendiri setiap ending, yang meskipun melambungkan imajinasi saya tapi juga bikin saya gregetan di saat yang sama.

Lalu ada juga yang berjudul "Bukti Cerita", yang menampilkan sebuah paradoks antara dua orang pria yang bekerja di penerbitan. Sementara yang satu sedang bangkrut dan sekarang berjuang untuk mengirimkan cerpen-cerpennya ke temannya di sebuah penerbitan demi menghidupi ia dan istrinya, teman yang di penerbitan ini selalu menolak cerita yang dibuat olehnya dengan alasan dialog yang digunakannya terlalu to the point dan tak ada drama di dalamnya. Kedua orang ini merasa benar, hingga sang pria bangkrut berencana menggunakan istrinya sebagai bahan percobaan mereka. Sayangnya, mereka tidak tahu kenyataan macam apa yang menunggu di hadapan mereka....

Halaman depan buku kumcer ini mungkin terlihat tidak menarik dan terkesan "Sinetron Banget" atau "Drama Banget". Apalagi nama penulisnya juga nggak terlalu menjual (karena saya belum kenalan sama si om waktu itu). Tapi, setelah membaca ceritanya, gambar di halaman depan ternyata memang sesuai untuk cerita ini. Saya serasa dibawa ke dalam mesin waktu ke Amerika di awal tahun 1900-an. Judul-judul cerpen ini pun terkesan seperti judul sinetron, tapi kualitasnya jelas jauh di atas itu lah ya. O Henry gitu kan yang nulis. Namanya saja diabadikan jadi penghargaan paling bergengsi untuk para penulis Amerika.

Sekilas tentang O. Henry
O. Henry adalah nama pena untuk William Sydney Porter, yang hidup dari 11 September 1862 hingga 5 Juni 1910. Ia dilahirkan di Greensboro, North Carolina. Sejak kecil, William sudah gemar membaca, namun ia harus berhenti sekolah di usia 15 tahun dan bekerja di apotek juga di peternakan.

Tahun 1897, William dipenjara atas tuduhan penggelapan uang, meskipun banyak orang yang menyangsikan kebenaran hal itu. William dihukum 5 tahun penjara, namun ia mendapatkan amnesti selama dua tahun, jadi masa tahanannya hanya 3 tahun. Selama di penjara itu, ia mulai aktif menulis cerpen, untuk menghidupi anak perempuan satu-satunya, Margaret yang ketika itu baru berusia 7 tahun, yang ditinggal mati istrinya, Athol Estes Porter, di tahun yang sama.

Lalu, dari manakah nama O. Henry berasal?
Ada beberapa spekulasi mengenai hal itu. Yang pertama, nama itu berasal dari nama sipir ketika William dipenjara, Orrin Henry. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa ia menemukan nama itu di sebuah koran ketika ia masih di penjara. Ketika itu, William membutuhkan nama alias untuk mengirimkan karya-karyanya. Ya, wajar saja sih. Soalnya, dia kan sedang dipenjara. Mana ada penerbit yang mau menerbitkan naskah seorang narapidana? Terutama jika ia belum memiliki nama besar sebelumnya.

Sebebasnya ia dari penjara, ia pindah ke New York City, dan mulai menulis cerpen setiap minggu untuk New York World. O. Henry meninggal dunia karena penyakit liver di usia 47 tahun. Kabarnya, ia sempat menjadi pecandu alkohol, pernikahannya yang kedua juga tidak bahagia, ditambah lagi ia memiliki masalah finansial. Semua masalah itu mungkin jadi terakumulasi, yang menyebabkan livernya nggak sanggup bekerja di luar porsinya. Saya jadi terpikir, sepertinya para sastrawan terkenal dunia banyak yang meninggal secara tragis, ya. Tapi masih mending, nggak seperti para sastrawan terkenal Jepang yang meninggalnya karena bunuh diri.

Selama hidupnya ini, ia telah menulis sekitar 300 karya, hingga tidak heran kalau penghargaan bergengsi untuk para sastrawan Amerika itu menggunakan namanya. Karya O. Henry yang terkenal antara lain "The Ransom of Red Chief" (sudah didonlot, akan dibaca segera ;)), "The Gift of The Magi" (yang ada di dalam buku ini juga), dan "The Cop and the Anthem".

Ngomong-ngomong, saya jadi ingin membicarakan tentang North Carolina, tempat lahir O. Henry ini. Novelis Amerika lainnya, Nicholas Sparks (favorit saya nih), juga tinggal di sana. Hampir semua novel yang dituli olehnya juga memiliki latar di sana (eh, atau semuanya ya?). Misalnya saja, The Notebook, A Walk to Remember, Message in a Bottle, At First Sight, dll. Saya jadi penasaran dengan North Carolina, yang telah menggembleng dua sastrawan Amerika yang jadi favorit saya ini.





Judul : Cinta Yang Hilang
Penulis : O. Henry
Penerjemah : Sunaryono Basuki K. S.
Penerbit : Serambi
Cetakan : I Februari 2011
ISBN : 9789790242418
Jumlah Halaman : 118

3 comments:

  1. blogwalking..
    O Henry- sy juga pernah baca dan suka kumpulan cerpennya, apakah di kumcer ini nuansanya banyak yang muram dan berisi sindiran ?

    ReplyDelete
  2. Di kumcer ini, nuansa suram juga masih mendominasi tema. Sindirannya juga cukup kental. Saya suka karya O. Henry, karena begitu realistis dan jujur. Saya jadi ketagihan mau baca karya dia yang lainnya..

    ReplyDelete
  3. Duh setelah baca review buku ini, jadi langsung keinget mantan. Susah banget ya melupakan mantan .Bingung sendiri saya :(

    ReplyDelete

February 2, 2012

O. Henry - Cinta Yang Hilang

"Cinta Yang Hilang" adalah sebuah buku kumpulan cerpen karya sastrawan besar Amerika, O. Henry. Buku ini berisikan tujuh cerita bertemakan cinta, yang saya rasa hampir semua tokohnya merasakan kehilangan. Sejujurnya, saya selalu bingung kalau mau buat review cerpen. Soalnya, saya jadi tergoda untuk tulis spoilernya. Huhuhu...

Dari ketujuh cerpen ini, saya paling suka cerpen kelima berjudul "Kenyataan adalah Sandiwara". Cerpen ini berkisah tentang sebuah ironi dari cinta segitiga antara dua orang lelaki yang bersahabat dengan seorang perempuan. Dua lelaki itu bernama Frank Barry dan John Delaney. Mereka bersaing untuk mendapatkan cinta seorang gadis muda dan cantik bernama Helen.

Persaingan mereka berakhir ketika Helen menyerahkan hatinya kepada Frank. Mereka pun menikah, dan John Delaney-lah yang menjadi pendamping pengantin pria. Sayangnya, John masih belum bisa melupakan perasaan cintanya kepada Helen. Ia mengajak Helen yang saat itu sudah menikah dengan Frank, untuk kabur bersamanya. Helen menolak mentah-mentah tawaran itu, ia menyuruh John pergi yang akhirnya diterima John dengan berat hati. Sebelum pergi, John meminta izin untuk mencium tangan Helen, yang dikabulkan oleh Helen. Ironisnya, tepat saat itu juga Frank melihat mereka berdua di sana, yang membuat Frank sangat marah.

Kejadian itu membuat Helen yang baru saja melangsungkan upacara pernikahannya (belom pake malam pertama segala ;p) menjadi janda. Frank meninggalkannya, membuat Helen menjadi terkenal di kota itu karena kisahnya yang tragis. Dua puluh tahun berlalu, Helen masih tetap setia pada cintanya untuk Frank. Ia kini mewarisi toko dan rumah milik orangtuanya, yang ia sewakan kepada orang-orang.

Kecantikan Helen masih belum hilang dimakan usia, meskipun ia hampir memasuki usia 40. Helen dilamar oleh beberapa pria yang semuanya ditolak olehnya. Termasuk seorang pria misterius bernama Ramonti yang kehilangan ingatannya dua puluh tahun yang lalu. Helen sendiri merasakan ketertarikan kepada pria ini, meskipun ia tetap kukuh pada pendiriannya untuk setia kepada suami yang telah meninggalkannya. Mungkinkah Ramonti adalah sosok pria dari masa lalu Helen? Apakah ia Frank yang dengan begitu saja meninggalkan Helen di hari pernikahan mereka tanpa sedikit pun meminta penjelasan dari Helen? Ataukah ia John, yang mengaku sangat mencintai Helen dan tidak bisa hidup tanpanya?

Kisah "Kenyataan adalah Sandiwara" mencoba menampilkan kepada pembaca bahwa terkadang kenyataan itu jauh lebih kejam daripada sebuah sandiwara. Seberapun sedih ataupun tragisnya sebuah sandiwara, ia tetaplah sebuah sandiwara yang akan berakhir jika layar sudah diturunkan. Tetapi kenyataan tidaklah begitu. Ia akan terus ada hingga akhir hayat sang aktor atau aktris di panggung kehidupan...

Cerpen-cerpen lain dari buku kumcer ini juga sangat menarik. Cerita pertama, "Cinta Yang Hilang", mengisahkan seorang pemuda yang mencari gadis yang sangat dicintainya. Kisahnya menyesakkan dan penuh misteri, juga berakhir tragis. Nampaknya, O. Henry senang menampilkan ending cerita yang menggantung, sehingga pembaca diberi keleluasaan untuk membayangkan sendiri setiap ending, yang meskipun melambungkan imajinasi saya tapi juga bikin saya gregetan di saat yang sama.

Lalu ada juga yang berjudul "Bukti Cerita", yang menampilkan sebuah paradoks antara dua orang pria yang bekerja di penerbitan. Sementara yang satu sedang bangkrut dan sekarang berjuang untuk mengirimkan cerpen-cerpennya ke temannya di sebuah penerbitan demi menghidupi ia dan istrinya, teman yang di penerbitan ini selalu menolak cerita yang dibuat olehnya dengan alasan dialog yang digunakannya terlalu to the point dan tak ada drama di dalamnya. Kedua orang ini merasa benar, hingga sang pria bangkrut berencana menggunakan istrinya sebagai bahan percobaan mereka. Sayangnya, mereka tidak tahu kenyataan macam apa yang menunggu di hadapan mereka....

Halaman depan buku kumcer ini mungkin terlihat tidak menarik dan terkesan "Sinetron Banget" atau "Drama Banget". Apalagi nama penulisnya juga nggak terlalu menjual (karena saya belum kenalan sama si om waktu itu). Tapi, setelah membaca ceritanya, gambar di halaman depan ternyata memang sesuai untuk cerita ini. Saya serasa dibawa ke dalam mesin waktu ke Amerika di awal tahun 1900-an. Judul-judul cerpen ini pun terkesan seperti judul sinetron, tapi kualitasnya jelas jauh di atas itu lah ya. O Henry gitu kan yang nulis. Namanya saja diabadikan jadi penghargaan paling bergengsi untuk para penulis Amerika.

Sekilas tentang O. Henry
O. Henry adalah nama pena untuk William Sydney Porter, yang hidup dari 11 September 1862 hingga 5 Juni 1910. Ia dilahirkan di Greensboro, North Carolina. Sejak kecil, William sudah gemar membaca, namun ia harus berhenti sekolah di usia 15 tahun dan bekerja di apotek juga di peternakan.

Tahun 1897, William dipenjara atas tuduhan penggelapan uang, meskipun banyak orang yang menyangsikan kebenaran hal itu. William dihukum 5 tahun penjara, namun ia mendapatkan amnesti selama dua tahun, jadi masa tahanannya hanya 3 tahun. Selama di penjara itu, ia mulai aktif menulis cerpen, untuk menghidupi anak perempuan satu-satunya, Margaret yang ketika itu baru berusia 7 tahun, yang ditinggal mati istrinya, Athol Estes Porter, di tahun yang sama.

Lalu, dari manakah nama O. Henry berasal?
Ada beberapa spekulasi mengenai hal itu. Yang pertama, nama itu berasal dari nama sipir ketika William dipenjara, Orrin Henry. Namun, ada juga yang mengatakan bahwa ia menemukan nama itu di sebuah koran ketika ia masih di penjara. Ketika itu, William membutuhkan nama alias untuk mengirimkan karya-karyanya. Ya, wajar saja sih. Soalnya, dia kan sedang dipenjara. Mana ada penerbit yang mau menerbitkan naskah seorang narapidana? Terutama jika ia belum memiliki nama besar sebelumnya.

Sebebasnya ia dari penjara, ia pindah ke New York City, dan mulai menulis cerpen setiap minggu untuk New York World. O. Henry meninggal dunia karena penyakit liver di usia 47 tahun. Kabarnya, ia sempat menjadi pecandu alkohol, pernikahannya yang kedua juga tidak bahagia, ditambah lagi ia memiliki masalah finansial. Semua masalah itu mungkin jadi terakumulasi, yang menyebabkan livernya nggak sanggup bekerja di luar porsinya. Saya jadi terpikir, sepertinya para sastrawan terkenal dunia banyak yang meninggal secara tragis, ya. Tapi masih mending, nggak seperti para sastrawan terkenal Jepang yang meninggalnya karena bunuh diri.

Selama hidupnya ini, ia telah menulis sekitar 300 karya, hingga tidak heran kalau penghargaan bergengsi untuk para sastrawan Amerika itu menggunakan namanya. Karya O. Henry yang terkenal antara lain "The Ransom of Red Chief" (sudah didonlot, akan dibaca segera ;)), "The Gift of The Magi" (yang ada di dalam buku ini juga), dan "The Cop and the Anthem".

Ngomong-ngomong, saya jadi ingin membicarakan tentang North Carolina, tempat lahir O. Henry ini. Novelis Amerika lainnya, Nicholas Sparks (favorit saya nih), juga tinggal di sana. Hampir semua novel yang dituli olehnya juga memiliki latar di sana (eh, atau semuanya ya?). Misalnya saja, The Notebook, A Walk to Remember, Message in a Bottle, At First Sight, dll. Saya jadi penasaran dengan North Carolina, yang telah menggembleng dua sastrawan Amerika yang jadi favorit saya ini.





Judul : Cinta Yang Hilang
Penulis : O. Henry
Penerjemah : Sunaryono Basuki K. S.
Penerbit : Serambi
Cetakan : I Februari 2011
ISBN : 9789790242418
Jumlah Halaman : 118

3 comments:

  1. blogwalking..
    O Henry- sy juga pernah baca dan suka kumpulan cerpennya, apakah di kumcer ini nuansanya banyak yang muram dan berisi sindiran ?

    ReplyDelete
  2. Di kumcer ini, nuansa suram juga masih mendominasi tema. Sindirannya juga cukup kental. Saya suka karya O. Henry, karena begitu realistis dan jujur. Saya jadi ketagihan mau baca karya dia yang lainnya..

    ReplyDelete
  3. Duh setelah baca review buku ini, jadi langsung keinget mantan. Susah banget ya melupakan mantan .Bingung sendiri saya :(

    ReplyDelete