December 2, 2012

Petualangan Chrestomanci: Sihir Aneka Rupa Dari Dunia Chrestomanci


Mixed Magics by Diana Wynne Jones
My rating: 4 of 5 stars

Buku ini memuat empat cerita menarik dari dunia Chrestomanci. Beberapa di antaranya merupakan kelanjutan dari cerita Chrestomanci sebelumnya. Hmm.. Atau seenggaknya dua cerita pertama sih begitu. Soalnya saya baru baca seri pertama dan kedua, terus langsung loncat ke yang ketujuh ini.. xDD Soalnya lebih tipis sih xp

Lagian buku seri Dunia Chrestomanci ini tampaknya bisa dibaca terpisah. Soalnya nggak nyambung antar ceritanya. Bahkan di Goodreads sendiri ada saran pembacaan, yang beda dengan urutan terbitnya. Hohoo...

Nah, inilah empat cerita di buku "Mixed Magics" ini.

Warlock di Balik Kemudi
Di cerita ini, pembaca dipertemukan kembali dengan Willing Warlock, yang udah diusir oleh Chrestomanci dan kemampuannya diambil, yang artinya dia udah nggak bisa nyinyir eh nyihir lagi. Akhirnya ia pun terjun ke dunia hitam. Kerjaannya ngerampok motor dan mobil buat dijual lagi. Tapi, dia pengen jadi penyihir lagi. Akhirnya, ia merampok kantor pos (dengan menggunakan pistol mainan), lalu menggunakan uang itu untuk usaha terakhirnya agar ia bisa pindah ke dunia lainnya lewat bantuan seorang penyihir Prancis bernama Jean-Pierre.

Singkatnya, Jean-Pierre membuat Willing Warlock pergi ke dunia lain (dengan bayaran mahal tentunya), tempat ia akan mendapatkan kemampuan sihirnya lagi. Dan... Benar!! Ia bisa menyihir lagi di dunia baru itu. Sayangnya, kehidupannya yang selalu dikejar-kejar polisi tampaknya belum harus berakhir. Kedatangannya yang epik langsung disambut oleh sekawanan polisi di dunia baru itu, hingga ia pun mencuri sebuah mobil yang sangat bagus untuk melarikan diri.

Sialnya, Willing Warlock nggak bisa nyetir! Tapi, untung dia bisa menyihir. Jadilah dia menjalankan mobil itu pakai ilmu sihir. Namun tampaknya dewa kesialan belum mau jauh-jauh dari si Warlock, soalnya mobil itu ternyata nggak kosong. Ada seorang anak perempuuan tukang perintah beserta anjing galaknya yang ngikut di mobil itu!! Nah, nah... Bagaimana cara si Willing Warlock, yang sebenarnya nggak terlalu pintar tapi licik itu, untuk bisa kabur dari anak perempuan beserta anjingnya yang selalu menggigit Warlock kalo dia nggak nurut perintah si anak??


Pencuri Nyawa
Inilah kisah favorit saya. Soalnya, Cat (dari buku pertama) dan Tonino (dari buku kedua) muncul lagi disini. Dikisahkan di buku ini, Tonino sudah ada di Inggris untuk belajar kepada Chrestomanci. Tapi, Cat nggak senang dengan hal itu, soalnya sejak ada Tonino, orang-orang jadi nggak perhatian sama dia. Tonino-lah yang menjadi center of interest. Soalnya, selain lebih muda dari Cat, Tonino kan berasal dari Italia yang eksotis dan misterius itu.

Jadinya, Cat kesal deh. Apalagi, sebagai yang lebih tua, dia merasa punya kewajiban untuk menjaga Tonino, dan dia nggak suka itu. Ditambah lagi, ternyata anak-anak di kastil pada kena campak, sehingga hanya Cat-lah yang tersisa untuk menjaga Tonino! Huh!

Kekesalan Cat semakin menjadi ketika ia harus membawa Tonino menemui Gabriel de Witt, Chrestomanci sebelumnya, yang sangat tertarik pada kemampuan sihir unik milik Tonino. Jadilah mereka berdua berkereta untuk menemui penyihir tua yang sedang sekarat itu.

Di tempat tinggal Gabriel, Cat dan Tonino mengalami pengalaman yang menakutkan. Gabriel mati di depan mereka, tepat ketika ia akan mengatakan bahwa seorang enchanter paling jahat, bernama Neville Spiderman, yang dikira sudah mati ratusan tahun yang lalu, ternyata masih hidup dan merencanakan sesuatu yang sangat jahat. Untungnya Gabriel seorang enchanter, dan ia punya 9 nyawa. Jadi, Gabriel masih bisa hidup lagi, meskipun cadangan nyawanya jadi tinggal satu aja.

Setelah mengalami peristiwa mengejutkan itu, Cat dan Tonino pulang dengan kereta kuda hingga ke stasiun. Sayangnya, mereka nggak pernah sampai ke stasiun, karena tiba-tiba mereka tersedot ke dunia yang lain yang berbeda ratusan tahun lamanya. Di sana mereka disekap oleh seorang pria tua berwajah seperti monyet yang menamai dirinya Master Spiderman. Yep, dialah si enchanter jahat itu. Untungnya, baik Cat maupun Tonino tidak ingat siapa diri mereka, sehingga mereka nggak tau siapa di antara mereka yang diincar oleh Spiderman. Oh iya, si Spiderman ini mengincar enchanter untuk mengambil nyawanya.

Cat dan Tonino dipaksa harus membersihkan ruangan di rumah tua itu, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah kotak berisikan biji-biji kacang tua yang menjijikan. Ternyata, Master Spiderman sangat melindungi kacang-kacang itu. Memangnya apa sih biji kacang itu? Lalu, bisakah Tonino dan Cat kabur dari sana dan kembali ke dunia mereka?

Suka.. suka.. suka.. dengan Toninooo~~ >_____<

Impian Keseratus Carol Oneir
Di cerita ketiga ini, kita akan berkenalan dengan seorang gadis kecil bernama Carol yang jago bermimpi. Hmm.. Apa istimewanya ya? Yang saya tangkep sih, di dunia Chrestomanci ini, orang yang pandai bermimpi itu sama seperti penulis... :D

Mimpi-mimpi Carol akan disimpan dalam sebuah botol, lalu dijual ke orang-orang, sehingga mereka bisa menikmati mimpi Carol itu. Mimpinya bisa "ditonton" macam serial drama Korea atau sinetron gitu kayaknya. Pokoknya, Carol jadi orang yang tenar dan Mama-nya pun bahagia. Hingga akhirnya, Carol tidak bisa mengeluarkan mimpinya yang keseratus!!

Semua orang panik! Mulai dari Mama, hingga Mr. Ploys dari pihak penerbitnya, Wizard Reverie Ltd. xD Papa doang yang tetap tenang dan nggak mengambil pusing permasalahan ini. Mereka pun akhirnya membawa Carol ke seorang spesialis pikiran ternama bernama Herman Mindelbaum. Sayangnya, Mr. Mindelbaum pun tak dapat menolong mereka.

Di tengah kebingungan dan keputusasaan itu, Papa datang dengan solusi tokcernya! Papa ternyata kenal dengan Chrestomanci, dan mereka sekeluarga akan menemui Chrestomanci yang sedang berlibur dengan keluarganya di Swiss. Mama dan Carol berdandan cantik untuk bertemu dengan enchanter hebat itu. Mereka juga harus mengelabui para wartawan, karena Chrestomanci nggak suka kalau mereka ikut.

Di tempat berlibur keluarga Chrestomanci itu, mereka disambut oleh seorang perempuan sederhana, yang langsung disangka Mama sebagai pembantu keluarga Chrestomanci. Padahal, perempuan itu adalah Millie, istri Chrestomanci. Ckckck.. Emang dah orang-orang perhatiannya sama penampilan aja yaa... =___=

Sanggupkah Chrestomanci menolong Carol mendapatkan impiannya yang keseratus? Apalagi, Carol nggak suka sama Chrestomanci yang mengatakan kalau mimpi-mimpinya itu terlalu dangkal dan menganggap kalau orang seperti Chrestomanci nggak akan sanggup untuk menolongnya. Huh! Dasar anak sok hebat. Hahahaa

Sang Bijak Dari Theare
Imperion, sang dewa matahari sekaligus dewa peramal sedang kalut! Ramalannya menunjukkan bahwa Sang Bijak Penghancur telah lahir. Zond Agung, Raja para dewa, turut khawatir begitupun seisi Nirwana. Sang Bijak Penghancur diramalkan akan menghancurkan keteraturan dunia Theare melalui pertanyaan-pertanyaan kritisnya yang mempertanyakan keberadaan para dewa.

Akhirnya, seluruh dewa dikerahkan untuk mencari bayi yang baru lahir itu. Anak itu harus dimusnahkan, sebelum ia memusnahkan Theare. Sayangnya, sudah dicari sampai ke ujung dunia pun, bayi itu nggak ditemukan. Seluruh dewa pusing jadinya, terutama Imperion. Ia sangat pusing, karena ia adalah dewa yang mengutamakan keteraturan. Soalnya, kalau matahari bersinarnya nggak teratur, seluruh dunia bisa gawat dong?

Dewi cinta yang sadar kalau Imperion lagi stres, menyarankan Imperion untuk beristirahat sejenak... (Bahkan dewa pun butuh istirahat xD) Imperion nurut. Dia pun turun bumi untuk menemui kekasih dan anaknya (Yep, mereka berdua manusia. Jadi, anaknya si Imperion ini separo dewa).

Di liburan itulah ia akhirnya menemukan identitas Sang Bijak Penghancur... Yang ternyata... Adalah anak lelakinya yang bernama Thasper!! Hati Imperion hancur. Tapi, dia harus menyelamatkan Theare. Untungnya, Ock, si dewa lautan punya saran yang bijaksana. Menurutnya, Sang Bijak Penghancur nggak perlu dibunuh. Ia cukup dipindahkan ke dunia paralel lainnya, supaya bisa berbuat kerusakan di sana.

Imperion pun membawa Thasper ke dunia lain itu dan meninggalkannya di sana. Theare pun kembali aman dan sentausa, hingga beberapa tahun setelahnya Sang Bijak Penghancur, yang seharusnya sudah dibuang, muncul kembali di Theare dan membawa kekacauan di sana!

Kenapa bisa begitu? Apa ada proses yang salah ketika Imperion membuang Thasper ke dunia lain? Apakah Ock masih punya rencana bijak lainnya untuk menyelamatkan dunia lainnya? Terus, apa hubungan ini semua dengan Chrestomanci, yang makin jangkung, makin tampan, dan hobi pake piama dengan ini semua? xD

Suka sama Chrestomanci yang inii... Kyaa~~ Jadi, 4 bintang untuk buku ketujuh seri Chrestomanci ini, "The World of Chrestomanci: Mixed Magic". Ngomong-ngomong, saya cuma nemu lima bukunya nih yang diterbitin sama Gramedia. Buku pertama sampe keempat. Terus buku ketujuh. Buku kelima sama keenamnya udah diterbitin belum ya? Soalnya kok perasaan di Goodreads nggak ada versi Indonesianya deh... Begitupun di Gramedia.com -__- Semoga sih mata saya aja yang lagi siwer. Soalnya saya suka sama seri ini... Heuheuu.. TT___TT


Oh iya. Saya juga suka sama ilustrasi covernya ituh. Lucuuuu... >____<

View all my reviews

No comments:

Post a Comment

December 2, 2012

Petualangan Chrestomanci: Sihir Aneka Rupa Dari Dunia Chrestomanci


Mixed Magics by Diana Wynne Jones
My rating: 4 of 5 stars

Buku ini memuat empat cerita menarik dari dunia Chrestomanci. Beberapa di antaranya merupakan kelanjutan dari cerita Chrestomanci sebelumnya. Hmm.. Atau seenggaknya dua cerita pertama sih begitu. Soalnya saya baru baca seri pertama dan kedua, terus langsung loncat ke yang ketujuh ini.. xDD Soalnya lebih tipis sih xp

Lagian buku seri Dunia Chrestomanci ini tampaknya bisa dibaca terpisah. Soalnya nggak nyambung antar ceritanya. Bahkan di Goodreads sendiri ada saran pembacaan, yang beda dengan urutan terbitnya. Hohoo...

Nah, inilah empat cerita di buku "Mixed Magics" ini.

Warlock di Balik Kemudi
Di cerita ini, pembaca dipertemukan kembali dengan Willing Warlock, yang udah diusir oleh Chrestomanci dan kemampuannya diambil, yang artinya dia udah nggak bisa nyinyir eh nyihir lagi. Akhirnya ia pun terjun ke dunia hitam. Kerjaannya ngerampok motor dan mobil buat dijual lagi. Tapi, dia pengen jadi penyihir lagi. Akhirnya, ia merampok kantor pos (dengan menggunakan pistol mainan), lalu menggunakan uang itu untuk usaha terakhirnya agar ia bisa pindah ke dunia lainnya lewat bantuan seorang penyihir Prancis bernama Jean-Pierre.

Singkatnya, Jean-Pierre membuat Willing Warlock pergi ke dunia lain (dengan bayaran mahal tentunya), tempat ia akan mendapatkan kemampuan sihirnya lagi. Dan... Benar!! Ia bisa menyihir lagi di dunia baru itu. Sayangnya, kehidupannya yang selalu dikejar-kejar polisi tampaknya belum harus berakhir. Kedatangannya yang epik langsung disambut oleh sekawanan polisi di dunia baru itu, hingga ia pun mencuri sebuah mobil yang sangat bagus untuk melarikan diri.

Sialnya, Willing Warlock nggak bisa nyetir! Tapi, untung dia bisa menyihir. Jadilah dia menjalankan mobil itu pakai ilmu sihir. Namun tampaknya dewa kesialan belum mau jauh-jauh dari si Warlock, soalnya mobil itu ternyata nggak kosong. Ada seorang anak perempuuan tukang perintah beserta anjing galaknya yang ngikut di mobil itu!! Nah, nah... Bagaimana cara si Willing Warlock, yang sebenarnya nggak terlalu pintar tapi licik itu, untuk bisa kabur dari anak perempuan beserta anjingnya yang selalu menggigit Warlock kalo dia nggak nurut perintah si anak??


Pencuri Nyawa
Inilah kisah favorit saya. Soalnya, Cat (dari buku pertama) dan Tonino (dari buku kedua) muncul lagi disini. Dikisahkan di buku ini, Tonino sudah ada di Inggris untuk belajar kepada Chrestomanci. Tapi, Cat nggak senang dengan hal itu, soalnya sejak ada Tonino, orang-orang jadi nggak perhatian sama dia. Tonino-lah yang menjadi center of interest. Soalnya, selain lebih muda dari Cat, Tonino kan berasal dari Italia yang eksotis dan misterius itu.

Jadinya, Cat kesal deh. Apalagi, sebagai yang lebih tua, dia merasa punya kewajiban untuk menjaga Tonino, dan dia nggak suka itu. Ditambah lagi, ternyata anak-anak di kastil pada kena campak, sehingga hanya Cat-lah yang tersisa untuk menjaga Tonino! Huh!

Kekesalan Cat semakin menjadi ketika ia harus membawa Tonino menemui Gabriel de Witt, Chrestomanci sebelumnya, yang sangat tertarik pada kemampuan sihir unik milik Tonino. Jadilah mereka berdua berkereta untuk menemui penyihir tua yang sedang sekarat itu.

Di tempat tinggal Gabriel, Cat dan Tonino mengalami pengalaman yang menakutkan. Gabriel mati di depan mereka, tepat ketika ia akan mengatakan bahwa seorang enchanter paling jahat, bernama Neville Spiderman, yang dikira sudah mati ratusan tahun yang lalu, ternyata masih hidup dan merencanakan sesuatu yang sangat jahat. Untungnya Gabriel seorang enchanter, dan ia punya 9 nyawa. Jadi, Gabriel masih bisa hidup lagi, meskipun cadangan nyawanya jadi tinggal satu aja.

Setelah mengalami peristiwa mengejutkan itu, Cat dan Tonino pulang dengan kereta kuda hingga ke stasiun. Sayangnya, mereka nggak pernah sampai ke stasiun, karena tiba-tiba mereka tersedot ke dunia yang lain yang berbeda ratusan tahun lamanya. Di sana mereka disekap oleh seorang pria tua berwajah seperti monyet yang menamai dirinya Master Spiderman. Yep, dialah si enchanter jahat itu. Untungnya, baik Cat maupun Tonino tidak ingat siapa diri mereka, sehingga mereka nggak tau siapa di antara mereka yang diincar oleh Spiderman. Oh iya, si Spiderman ini mengincar enchanter untuk mengambil nyawanya.

Cat dan Tonino dipaksa harus membersihkan ruangan di rumah tua itu, sampai akhirnya mereka menemukan sebuah kotak berisikan biji-biji kacang tua yang menjijikan. Ternyata, Master Spiderman sangat melindungi kacang-kacang itu. Memangnya apa sih biji kacang itu? Lalu, bisakah Tonino dan Cat kabur dari sana dan kembali ke dunia mereka?

Suka.. suka.. suka.. dengan Toninooo~~ >_____<

Impian Keseratus Carol Oneir
Di cerita ketiga ini, kita akan berkenalan dengan seorang gadis kecil bernama Carol yang jago bermimpi. Hmm.. Apa istimewanya ya? Yang saya tangkep sih, di dunia Chrestomanci ini, orang yang pandai bermimpi itu sama seperti penulis... :D

Mimpi-mimpi Carol akan disimpan dalam sebuah botol, lalu dijual ke orang-orang, sehingga mereka bisa menikmati mimpi Carol itu. Mimpinya bisa "ditonton" macam serial drama Korea atau sinetron gitu kayaknya. Pokoknya, Carol jadi orang yang tenar dan Mama-nya pun bahagia. Hingga akhirnya, Carol tidak bisa mengeluarkan mimpinya yang keseratus!!

Semua orang panik! Mulai dari Mama, hingga Mr. Ploys dari pihak penerbitnya, Wizard Reverie Ltd. xD Papa doang yang tetap tenang dan nggak mengambil pusing permasalahan ini. Mereka pun akhirnya membawa Carol ke seorang spesialis pikiran ternama bernama Herman Mindelbaum. Sayangnya, Mr. Mindelbaum pun tak dapat menolong mereka.

Di tengah kebingungan dan keputusasaan itu, Papa datang dengan solusi tokcernya! Papa ternyata kenal dengan Chrestomanci, dan mereka sekeluarga akan menemui Chrestomanci yang sedang berlibur dengan keluarganya di Swiss. Mama dan Carol berdandan cantik untuk bertemu dengan enchanter hebat itu. Mereka juga harus mengelabui para wartawan, karena Chrestomanci nggak suka kalau mereka ikut.

Di tempat berlibur keluarga Chrestomanci itu, mereka disambut oleh seorang perempuan sederhana, yang langsung disangka Mama sebagai pembantu keluarga Chrestomanci. Padahal, perempuan itu adalah Millie, istri Chrestomanci. Ckckck.. Emang dah orang-orang perhatiannya sama penampilan aja yaa... =___=

Sanggupkah Chrestomanci menolong Carol mendapatkan impiannya yang keseratus? Apalagi, Carol nggak suka sama Chrestomanci yang mengatakan kalau mimpi-mimpinya itu terlalu dangkal dan menganggap kalau orang seperti Chrestomanci nggak akan sanggup untuk menolongnya. Huh! Dasar anak sok hebat. Hahahaa

Sang Bijak Dari Theare
Imperion, sang dewa matahari sekaligus dewa peramal sedang kalut! Ramalannya menunjukkan bahwa Sang Bijak Penghancur telah lahir. Zond Agung, Raja para dewa, turut khawatir begitupun seisi Nirwana. Sang Bijak Penghancur diramalkan akan menghancurkan keteraturan dunia Theare melalui pertanyaan-pertanyaan kritisnya yang mempertanyakan keberadaan para dewa.

Akhirnya, seluruh dewa dikerahkan untuk mencari bayi yang baru lahir itu. Anak itu harus dimusnahkan, sebelum ia memusnahkan Theare. Sayangnya, sudah dicari sampai ke ujung dunia pun, bayi itu nggak ditemukan. Seluruh dewa pusing jadinya, terutama Imperion. Ia sangat pusing, karena ia adalah dewa yang mengutamakan keteraturan. Soalnya, kalau matahari bersinarnya nggak teratur, seluruh dunia bisa gawat dong?

Dewi cinta yang sadar kalau Imperion lagi stres, menyarankan Imperion untuk beristirahat sejenak... (Bahkan dewa pun butuh istirahat xD) Imperion nurut. Dia pun turun bumi untuk menemui kekasih dan anaknya (Yep, mereka berdua manusia. Jadi, anaknya si Imperion ini separo dewa).

Di liburan itulah ia akhirnya menemukan identitas Sang Bijak Penghancur... Yang ternyata... Adalah anak lelakinya yang bernama Thasper!! Hati Imperion hancur. Tapi, dia harus menyelamatkan Theare. Untungnya, Ock, si dewa lautan punya saran yang bijaksana. Menurutnya, Sang Bijak Penghancur nggak perlu dibunuh. Ia cukup dipindahkan ke dunia paralel lainnya, supaya bisa berbuat kerusakan di sana.

Imperion pun membawa Thasper ke dunia lain itu dan meninggalkannya di sana. Theare pun kembali aman dan sentausa, hingga beberapa tahun setelahnya Sang Bijak Penghancur, yang seharusnya sudah dibuang, muncul kembali di Theare dan membawa kekacauan di sana!

Kenapa bisa begitu? Apa ada proses yang salah ketika Imperion membuang Thasper ke dunia lain? Apakah Ock masih punya rencana bijak lainnya untuk menyelamatkan dunia lainnya? Terus, apa hubungan ini semua dengan Chrestomanci, yang makin jangkung, makin tampan, dan hobi pake piama dengan ini semua? xD

Suka sama Chrestomanci yang inii... Kyaa~~ Jadi, 4 bintang untuk buku ketujuh seri Chrestomanci ini, "The World of Chrestomanci: Mixed Magic". Ngomong-ngomong, saya cuma nemu lima bukunya nih yang diterbitin sama Gramedia. Buku pertama sampe keempat. Terus buku ketujuh. Buku kelima sama keenamnya udah diterbitin belum ya? Soalnya kok perasaan di Goodreads nggak ada versi Indonesianya deh... Begitupun di Gramedia.com -__- Semoga sih mata saya aja yang lagi siwer. Soalnya saya suka sama seri ini... Heuheuu.. TT___TT


Oh iya. Saya juga suka sama ilustrasi covernya ituh. Lucuuuu... >____<

View all my reviews

No comments:

Post a Comment