January 12, 2012

Percy Jackson dan Dewi Olympia Terakhir

Percy Jackson And The Olympians - The Last Olympian

Buku ini adalah buku terakhir yang saya baca di tahun 2011. Seri terakhir Percy Jackson, yang sebenarnya sudah lama diterbitkan di Indonesia, tapi baru sekarang saya membacanya. Saya ini penganut better late than never, terutama soal membaca buku. Jadi ya, nggak papa lah ya saya baru baca sekarang.

Seri terakhir Percy Jackson ini benar-benar seru. Bikin saya tegang sepanjang waktu. Banyak kejutan-kejutan yang benar-benar bikin saya terkejut. Pokoknya benar-benar seru deh (eh, saya sudah sebut-sebut soal seru ya... ;p) Sejauh ini, buku terakhir inilah yang jadi favorit saya. (eh, udah selesai ya?)



Kisah dimulai dengan adegan Percy dan Beckendorf yang menyusup ke dalam kapal Putri Andromeda untuk menghancurkan kapal itu, yang membawa Kronos dan pasukan Titan. Sayangnya, misi Percy nggak berjalan dengan lancar, karena ternyata ada mata-mata di dalam perkemahan!! Misi tersebut berakhir dengan meninggalnya Beckendorf, yang membuat Percy sangat terpukul.

Nico di Angelo, putra Hades, menemukan satu cara agar Percy bisa mengalahkan Kronos yang sekarang menemukan "rumah" baru di tubuh Luke. Ide itu sangat gila dan mengerikan, dan Percy sebenarnya tidak mau melaksanakan ide tersebut. Tetapi akhirnya, Percy menyadari bahwa dia tidak punya pilihan lain, dan menempuh jalan mengerikan yang disarankan oleh Nico itu. Oh iya, Percy akhirnya menerima ramalannya secara lengkap. Ramalan yang menentukan hidup atau matinya, juga hidup dan matinya Olympus...

Dalam perjalanan itu, satu per satu misteri yang menyelubungi Nico dan Luke mulai terbuka. Saya suka dengan kehadiran Dewi Hestia, dewi penjaga perapian, yang merupakan dewi terakhir di Olympia. Hhhmm, saya nggak mau spoiler terlalu banyak, jadi lebih baik baca sendiri saja yaa...

Kondisi dunia saat itu sedang kacau balau, dengan bangkitnya Typhon yang membuat berbagai bencana alam. Ditambah lagi dengan bergabungnya dewa dewi minor ke bawah "asuhan" Kronos. Dewa dewi utama di Olympia tampaknya belum sadar bahwa mereka terpecah belah. Percy yang sudah semakin kuat mengumpulkan teman-temannya di Perkemahan Blasteran untuk menjalankan misi mereka. Menyelamatkan Olympus. Karena ternyata, sudah tidak ada lagi dewa dewi di Olympus yang "berjaga" di tempat itu, dan menyadari bahaya sebenarnya dari kekuatan Kronos.

Susah nih mau cerita tanpa spoiler. Karena bagi yang belum baca cerita Percy Jackson sama sekali, semua yang saya paparkan di sini adalah spoiler. ;p Tapi saya akan mencoba meminimalisirnya.

Di buku terakhir ini, kisah pertarungannya sangat seru. Rick Riordan menampilkan detail yang benar-benar memukau. Jauh lebih memukau dibanding adegan pertarungan Harry Potter seingat saya. Mungkin karena penulisnya laki-laki kali ya, jadi imajinasinya lebih gimana gitu.
Saya berkali-kali merasa ingin meneteskan air mata karena banyak adegan yang membuat saya terharu. Adegan ketika si mata-mata ketahuan, atau ketika seorang blasteran yang merasa terbuang akhirnya memilih akhir hidupnya, juga ketika Luke akhirnya menentukan takdirnya sendiri.

Selain terharu, saya juga berkali-kali menahan nafas dan menahan keinginan saya untuk bertepuk tangan. Terutama ketika satu per satu rahasia yang menyelubungi Nico, Annabeth, Luke, dan Rachel mulai muncul. Juga ketika munculnya "bantuan-bantuan tak terduga" yang menyelamatkan Percy. Semuanya disampaikan dengan memukau. Saya benar-benar tidak sabar membaca setiap lembarnya... ><

Yang saya suka dari seri Percy Jackson ini adalah humor-humor yang disampaikan oleh Rick Riordan dengan begitu lucu. Tentu saja ini bukan cerita komedi, tapi banyak humor-humor sarkastik yang tak henti-hentinya membuat saya tergelak-gelak. Bahkan di saat-saat serius. Seperti ketika Dionysus selalu salah memanggil nama Percy (yang pastinya disengaja), mulai dari Peter, Pierre, sampai Pedro.

Satu lagi yang ingin saya sampaikan, saya ingin memberikan pujian dan standing applause untuk penerjemah buku ini ke bahasa Indonesia, Reni Indardini. Saya nggak kenal sama dia, tapi terjemahannya di novel ini bagus banget. Sebagai orang yang mempelajari bahasa, saya sadar sekali kalau menerjemahkan itu bukanlah hal yang mudah. Bahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sekalipun. Banyak aspek-aspek yang perlu diperhatikan, baik itu aspek budaya, sejarah, dsb. Jadi, saya mengacungkan dua jempol atas terjemahan Mbak Reni Indardini.

Awalnya, saya sendiri tidak begitu antusias membaca buku ini. Soalnya idenya mirip sama Harry Potter, hanya bedanya di sini Rick Riordan menggunakan dewa dewi Yunani seperti Zeus, Poseidon, Hades, Dionysus, Athena, dsb. Apalagi, aneh saja rasanya jika seorang dewa menikah dengan manusia biasa dan memiliki anak setengah dewa. Tapi sepertinya hal seperti itu ada di dalam mitologi-mitologi Yunani, yang menyebabkan Riordan memiliki ide semacam ini. Jujur saja, saya sempat tidak ingin melanjutkan membaca seri ini setelah membaca jilid pertamanya. Tapi toh akhirnya saya beli buku keduanya, dan saya jadi sangat penasaran!!! Seru juga melihat dewa dewi itu dideskripsikan seperti manusia. Apollo yang tukang bikin puisi-puisi konyol dan selalu bicara berrima, Ares yang keras dan impulsif, Aphrodite yang sangat cantik tetapi sombong, dan sebagainya.

Jadi, dengan selesainya saya membaca buku ini di penghujung 2011 sampai awal 2012, saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada Percy Jackson. Waktu yang kita lewati bersama memang hanya sebentar, tapi saya bersyukur telah membaca kisahmu.

Saya jadi tidak sabar untuk membeli karya-karya Rick Riordan yang lainnya. Terutama "The Son of Neptune" dan "Red Pyramid"!! Tapi sebelum itu, saya harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang, karena tampaknya sampai beberapa bulan ke depan saya tak akan bisa membeli buku baru... *sigh*

Judul Asli  : The Last Olympian
Seri          : Percy Jackson and the Olympians #5
Penerbit    : Mizan Fantasi (PT. Mizan Publika)
Cetakan ke : VI Oktober 2011
ISBN         :  9789794335901

2 comments:

  1. dimana saya bisa baca online tanpa harus download dulu?

    ReplyDelete
  2. dimana saya bisa baca online tanpa harus download dulu? - See more at: http://edensordreamer.blogspot.co.id/2012/01/percy-jackson-dan-dewi-olympia-terakhir.html?showComment=1460984898028#c3693082199847006464

    ReplyDelete

January 12, 2012

Percy Jackson dan Dewi Olympia Terakhir

Percy Jackson And The Olympians - The Last Olympian

Buku ini adalah buku terakhir yang saya baca di tahun 2011. Seri terakhir Percy Jackson, yang sebenarnya sudah lama diterbitkan di Indonesia, tapi baru sekarang saya membacanya. Saya ini penganut better late than never, terutama soal membaca buku. Jadi ya, nggak papa lah ya saya baru baca sekarang.

Seri terakhir Percy Jackson ini benar-benar seru. Bikin saya tegang sepanjang waktu. Banyak kejutan-kejutan yang benar-benar bikin saya terkejut. Pokoknya benar-benar seru deh (eh, saya sudah sebut-sebut soal seru ya... ;p) Sejauh ini, buku terakhir inilah yang jadi favorit saya. (eh, udah selesai ya?)



Kisah dimulai dengan adegan Percy dan Beckendorf yang menyusup ke dalam kapal Putri Andromeda untuk menghancurkan kapal itu, yang membawa Kronos dan pasukan Titan. Sayangnya, misi Percy nggak berjalan dengan lancar, karena ternyata ada mata-mata di dalam perkemahan!! Misi tersebut berakhir dengan meninggalnya Beckendorf, yang membuat Percy sangat terpukul.

Nico di Angelo, putra Hades, menemukan satu cara agar Percy bisa mengalahkan Kronos yang sekarang menemukan "rumah" baru di tubuh Luke. Ide itu sangat gila dan mengerikan, dan Percy sebenarnya tidak mau melaksanakan ide tersebut. Tetapi akhirnya, Percy menyadari bahwa dia tidak punya pilihan lain, dan menempuh jalan mengerikan yang disarankan oleh Nico itu. Oh iya, Percy akhirnya menerima ramalannya secara lengkap. Ramalan yang menentukan hidup atau matinya, juga hidup dan matinya Olympus...

Dalam perjalanan itu, satu per satu misteri yang menyelubungi Nico dan Luke mulai terbuka. Saya suka dengan kehadiran Dewi Hestia, dewi penjaga perapian, yang merupakan dewi terakhir di Olympia. Hhhmm, saya nggak mau spoiler terlalu banyak, jadi lebih baik baca sendiri saja yaa...

Kondisi dunia saat itu sedang kacau balau, dengan bangkitnya Typhon yang membuat berbagai bencana alam. Ditambah lagi dengan bergabungnya dewa dewi minor ke bawah "asuhan" Kronos. Dewa dewi utama di Olympia tampaknya belum sadar bahwa mereka terpecah belah. Percy yang sudah semakin kuat mengumpulkan teman-temannya di Perkemahan Blasteran untuk menjalankan misi mereka. Menyelamatkan Olympus. Karena ternyata, sudah tidak ada lagi dewa dewi di Olympus yang "berjaga" di tempat itu, dan menyadari bahaya sebenarnya dari kekuatan Kronos.

Susah nih mau cerita tanpa spoiler. Karena bagi yang belum baca cerita Percy Jackson sama sekali, semua yang saya paparkan di sini adalah spoiler. ;p Tapi saya akan mencoba meminimalisirnya.

Di buku terakhir ini, kisah pertarungannya sangat seru. Rick Riordan menampilkan detail yang benar-benar memukau. Jauh lebih memukau dibanding adegan pertarungan Harry Potter seingat saya. Mungkin karena penulisnya laki-laki kali ya, jadi imajinasinya lebih gimana gitu.
Saya berkali-kali merasa ingin meneteskan air mata karena banyak adegan yang membuat saya terharu. Adegan ketika si mata-mata ketahuan, atau ketika seorang blasteran yang merasa terbuang akhirnya memilih akhir hidupnya, juga ketika Luke akhirnya menentukan takdirnya sendiri.

Selain terharu, saya juga berkali-kali menahan nafas dan menahan keinginan saya untuk bertepuk tangan. Terutama ketika satu per satu rahasia yang menyelubungi Nico, Annabeth, Luke, dan Rachel mulai muncul. Juga ketika munculnya "bantuan-bantuan tak terduga" yang menyelamatkan Percy. Semuanya disampaikan dengan memukau. Saya benar-benar tidak sabar membaca setiap lembarnya... ><

Yang saya suka dari seri Percy Jackson ini adalah humor-humor yang disampaikan oleh Rick Riordan dengan begitu lucu. Tentu saja ini bukan cerita komedi, tapi banyak humor-humor sarkastik yang tak henti-hentinya membuat saya tergelak-gelak. Bahkan di saat-saat serius. Seperti ketika Dionysus selalu salah memanggil nama Percy (yang pastinya disengaja), mulai dari Peter, Pierre, sampai Pedro.

Satu lagi yang ingin saya sampaikan, saya ingin memberikan pujian dan standing applause untuk penerjemah buku ini ke bahasa Indonesia, Reni Indardini. Saya nggak kenal sama dia, tapi terjemahannya di novel ini bagus banget. Sebagai orang yang mempelajari bahasa, saya sadar sekali kalau menerjemahkan itu bukanlah hal yang mudah. Bahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia sekalipun. Banyak aspek-aspek yang perlu diperhatikan, baik itu aspek budaya, sejarah, dsb. Jadi, saya mengacungkan dua jempol atas terjemahan Mbak Reni Indardini.

Awalnya, saya sendiri tidak begitu antusias membaca buku ini. Soalnya idenya mirip sama Harry Potter, hanya bedanya di sini Rick Riordan menggunakan dewa dewi Yunani seperti Zeus, Poseidon, Hades, Dionysus, Athena, dsb. Apalagi, aneh saja rasanya jika seorang dewa menikah dengan manusia biasa dan memiliki anak setengah dewa. Tapi sepertinya hal seperti itu ada di dalam mitologi-mitologi Yunani, yang menyebabkan Riordan memiliki ide semacam ini. Jujur saja, saya sempat tidak ingin melanjutkan membaca seri ini setelah membaca jilid pertamanya. Tapi toh akhirnya saya beli buku keduanya, dan saya jadi sangat penasaran!!! Seru juga melihat dewa dewi itu dideskripsikan seperti manusia. Apollo yang tukang bikin puisi-puisi konyol dan selalu bicara berrima, Ares yang keras dan impulsif, Aphrodite yang sangat cantik tetapi sombong, dan sebagainya.

Jadi, dengan selesainya saya membaca buku ini di penghujung 2011 sampai awal 2012, saya harus mengucapkan selamat tinggal kepada Percy Jackson. Waktu yang kita lewati bersama memang hanya sebentar, tapi saya bersyukur telah membaca kisahmu.

Saya jadi tidak sabar untuk membeli karya-karya Rick Riordan yang lainnya. Terutama "The Son of Neptune" dan "Red Pyramid"!! Tapi sebelum itu, saya harus benar-benar mengencangkan ikat pinggang, karena tampaknya sampai beberapa bulan ke depan saya tak akan bisa membeli buku baru... *sigh*

Judul Asli  : The Last Olympian
Seri          : Percy Jackson and the Olympians #5
Penerbit    : Mizan Fantasi (PT. Mizan Publika)
Cetakan ke : VI Oktober 2011
ISBN         :  9789794335901

2 comments:

  1. dimana saya bisa baca online tanpa harus download dulu?

    ReplyDelete
  2. dimana saya bisa baca online tanpa harus download dulu? - See more at: http://edensordreamer.blogspot.co.id/2012/01/percy-jackson-dan-dewi-olympia-terakhir.html?showComment=1460984898028#c3693082199847006464

    ReplyDelete