March 8, 2012

Jari Ajaib

Cerita ini berkisah tentang gadis kecil yang memiliki kekuatan ajaib. Kekuatan ajaib miliknya terletak di jari telunjuk kanannya. Jika ia sedang merasa kesal atau marah, ia jadi tidak bisa mengendalikan dirinya, dan mulai mengacungkan jari telunjuk kanannya itu kepada orang tersebut. Setelah itu, pasti ada hal ajaib yang terjadi pada orang yang membuat marah si gadis kecil. Sayangnya, hal ajaib itu tidak menyenangkan bahkan lebih tepat jika disebut hukuman kepada orang yang berani macam-macam dengan si gadis kecil.

Misalnya, seperti yang terjadi pada Bu Winter, guru si gadis kecil. Gadis kecil salah mengeja Cat. Alih-alih mengeja c-a-t, ia justru mengeja k-a-t. Bu Winter menyebut gadis kecil anak bodoh dan menyuruhnya berdiri di depan kelas. Gadis kecil kesal karena ia bukanlah anak bodoh. Setiap orang tentu punya kesalahan, dan dihukum hanya karena kau salah mengeja cat adalah sesuatu hal yang bodoh. Karena itulah gadis kecil mengacungkan Jari Ajaibnya ke arah Bu Winter, dan... Bu Winter jadi memiliki surai dan ekor, seperti KUCING!!


Sayangnya, meskipun gadis kecil tahu kekuatan ajaib yang dimilikinya, ia tidak tahu bagaimana cara mengembalikan orang-orang yang terkena kekuatan ajaibnya hingga bisa kembali seperti semula! Gawat sekali bukan? Karena itu, si gadis kecil selalu berhati-hati agar ia tidak mengacungkan lagi Jari Ajaibnya setelah kejadian itu. Ia bahkan berjanji kepada dirinya. Tetapi, kejadian yang ia alami hari itu membuatnya begitu marah hingga lepas kendali dan....

Ia mengubah seluruh anggota keluarga Gregg menjadi itik!!!

Begini asal mula ceritanya... Keluarga Gregg yang terdiri dari Bapak dan Ibu Gregg, serta Philip dan William senang sekali berburu. Philip adalah seorang anak laki-laki yang sepantaran dengan gadis kecil, yaitu delapan tahun. Sementara William tiga tahun lebih tua dari mereka. Laki-laki di keluarga Gregg senang sekali berburu, seperti yang sebelumnya sudah saya ceritakan. Hanya saja, mereka berburu bukan untuk mencari lauk untuk makan malam, tetapi hanya untuk kesenangan belaka. Sesuatu hal yang membuat gadis kecil tidak suka. Bahkan, Philip yang masih kecil pun punya senapan sendiri untuk berburu!!

Gadis kecil memperingatkan mereka untuk tidak melakukan hal kejam seperti itu. Menurutnya, membunuhi binatang-binantang tak berdosa hanya untuk kesenangan adalah sesuatu hal yang jahat. Tetapi, mereka tidak mau mendengar, dan justru menertawakan si gadis kecil! Bahkan Pak Gregg menyuruhnya pulang dan mengurus urusannya sendiri. Gadis kecil yang marah bukan main tanpa sengaja mengacungkan Jari Ajaibnya! Bahkan Ibu Gregg yang sedang di rumah pun terkena imbasnya, karena ia menujukannya kepada seluruh anggota keluarga Gregg.

Awalnya, tidak ada sesuatu hal yang aneh yang menimpa keluarga itu. Mereka berburu dengan tenang, bahkan berhasil menembak mati sepuluh ekor itik. Mereka senang bukan main atas pencapaian itu. Sebelum mereka pulang, ada empat ekor itik lagi yang terbang di dekat mereka. Para pria keluarga Gregg ini kemudian menembaki itik-itik yang terbang rendah ini. Anehnya, tidak ada seekor pun dari mereka yang terkena peluru! Mereka mencoba sekali lagi, tetapi tetap gagal. Pak Gregg merasa kesal, lalu memutuskan untuk pulang sambil membawa buruan-buruannya.

Keesokan paginya, barulah hal ajaib itu terjadi. Pak Gregg bangun dengan sayap itik di tubuhnya! Begitu juga dengan Ibu Gregg, dan Philip, dan William. Tubuh mereka pun menyusut hingga seukuran itik! Awalnya, Philip dan William merasa senang dengan sayap mereka. Mereka sekeluarga keluar dari rumah lalu terbang dengan riang gembira di luar sana. Hingga akhirnya, terlihat sebuah pemandangan aneh dari arah kebun mereka.

Serombongan itik (ada empat ekor), berjalan beriringan dengan paruh terangkat tinggi ke udara, menuju rumah keluarga Gregg! Yang lebih mengejutkan lagi, itik-itik ini tubuhnya besar sekali, seperti manusia. Keluarga Gregg yang melihat maksud itik-itik ini bergegas terbang turun untuk masuk ke rumah mereka. Sayangnya, mereka kalah cepat. Rumah mereka kini dihuni itik-itik yang sebelumnya selalu menjadi barang buruan mereka, dan mereka tidak punya pilihan lain selain tinggal di udara terbuka!

Apa yang akan terjadi pada keluarga Gregg selanjutnya? Mungkinkah mereka bisa merebut kembali rumah mereka dari itik raksasa yang kini justru mengacungkan senjatanya pada mereka? Ataukah mereka harus tinggal di alam bebas selamanya sebagai seekor itik?

Karya Roald Dahl yang satu ini begitu pendek tapi begitu sarat makna. Pesan yang disampaikannya sangat jelas, bahwa kau tidak boleh macam-macam sama itik! Eh... Maksudnya, kau tidak boleh bersikap semena-mena hanya karena merasa dirimu hebat dan lebih kuat. Ya dong, manusia kan jauh lebih kuat daripada itik. Tapi, bukan berarti manusia bisa berbuat seenaknya. Ingat peribahasa, siapa yang menanam dialah yang menuai. Semua perbuatan pasti ada balasannya.

Buku ini masih dalam rangka oleh-oleh saya dari Kompas Gramedia Fair 2012 di Istora Senayan minggu lalu. Senang sekali bisa dapat buku ini dengan harga miring. Sayangnya Gramedia cuman ngadain setahun sekali sih. Itupun kayaknya nggak diberitakan secara besar-besaran. Nggak seperti Islamic Book Fair yang bahkan sudah saya ketahui beritanya dari sebulan bahkan sebelumnya.

Judul : Jari Ajaib
Judul Asli : The Magic Finger
Penulis : Roald Dahl
Penerjemah : Listiana Srisanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 80
Cetakan : Ketiga, April 2002
ISBN : 978-979-686-757-8

No comments:

Post a Comment

March 8, 2012

Jari Ajaib

Cerita ini berkisah tentang gadis kecil yang memiliki kekuatan ajaib. Kekuatan ajaib miliknya terletak di jari telunjuk kanannya. Jika ia sedang merasa kesal atau marah, ia jadi tidak bisa mengendalikan dirinya, dan mulai mengacungkan jari telunjuk kanannya itu kepada orang tersebut. Setelah itu, pasti ada hal ajaib yang terjadi pada orang yang membuat marah si gadis kecil. Sayangnya, hal ajaib itu tidak menyenangkan bahkan lebih tepat jika disebut hukuman kepada orang yang berani macam-macam dengan si gadis kecil.

Misalnya, seperti yang terjadi pada Bu Winter, guru si gadis kecil. Gadis kecil salah mengeja Cat. Alih-alih mengeja c-a-t, ia justru mengeja k-a-t. Bu Winter menyebut gadis kecil anak bodoh dan menyuruhnya berdiri di depan kelas. Gadis kecil kesal karena ia bukanlah anak bodoh. Setiap orang tentu punya kesalahan, dan dihukum hanya karena kau salah mengeja cat adalah sesuatu hal yang bodoh. Karena itulah gadis kecil mengacungkan Jari Ajaibnya ke arah Bu Winter, dan... Bu Winter jadi memiliki surai dan ekor, seperti KUCING!!


Sayangnya, meskipun gadis kecil tahu kekuatan ajaib yang dimilikinya, ia tidak tahu bagaimana cara mengembalikan orang-orang yang terkena kekuatan ajaibnya hingga bisa kembali seperti semula! Gawat sekali bukan? Karena itu, si gadis kecil selalu berhati-hati agar ia tidak mengacungkan lagi Jari Ajaibnya setelah kejadian itu. Ia bahkan berjanji kepada dirinya. Tetapi, kejadian yang ia alami hari itu membuatnya begitu marah hingga lepas kendali dan....

Ia mengubah seluruh anggota keluarga Gregg menjadi itik!!!

Begini asal mula ceritanya... Keluarga Gregg yang terdiri dari Bapak dan Ibu Gregg, serta Philip dan William senang sekali berburu. Philip adalah seorang anak laki-laki yang sepantaran dengan gadis kecil, yaitu delapan tahun. Sementara William tiga tahun lebih tua dari mereka. Laki-laki di keluarga Gregg senang sekali berburu, seperti yang sebelumnya sudah saya ceritakan. Hanya saja, mereka berburu bukan untuk mencari lauk untuk makan malam, tetapi hanya untuk kesenangan belaka. Sesuatu hal yang membuat gadis kecil tidak suka. Bahkan, Philip yang masih kecil pun punya senapan sendiri untuk berburu!!

Gadis kecil memperingatkan mereka untuk tidak melakukan hal kejam seperti itu. Menurutnya, membunuhi binatang-binantang tak berdosa hanya untuk kesenangan adalah sesuatu hal yang jahat. Tetapi, mereka tidak mau mendengar, dan justru menertawakan si gadis kecil! Bahkan Pak Gregg menyuruhnya pulang dan mengurus urusannya sendiri. Gadis kecil yang marah bukan main tanpa sengaja mengacungkan Jari Ajaibnya! Bahkan Ibu Gregg yang sedang di rumah pun terkena imbasnya, karena ia menujukannya kepada seluruh anggota keluarga Gregg.

Awalnya, tidak ada sesuatu hal yang aneh yang menimpa keluarga itu. Mereka berburu dengan tenang, bahkan berhasil menembak mati sepuluh ekor itik. Mereka senang bukan main atas pencapaian itu. Sebelum mereka pulang, ada empat ekor itik lagi yang terbang di dekat mereka. Para pria keluarga Gregg ini kemudian menembaki itik-itik yang terbang rendah ini. Anehnya, tidak ada seekor pun dari mereka yang terkena peluru! Mereka mencoba sekali lagi, tetapi tetap gagal. Pak Gregg merasa kesal, lalu memutuskan untuk pulang sambil membawa buruan-buruannya.

Keesokan paginya, barulah hal ajaib itu terjadi. Pak Gregg bangun dengan sayap itik di tubuhnya! Begitu juga dengan Ibu Gregg, dan Philip, dan William. Tubuh mereka pun menyusut hingga seukuran itik! Awalnya, Philip dan William merasa senang dengan sayap mereka. Mereka sekeluarga keluar dari rumah lalu terbang dengan riang gembira di luar sana. Hingga akhirnya, terlihat sebuah pemandangan aneh dari arah kebun mereka.

Serombongan itik (ada empat ekor), berjalan beriringan dengan paruh terangkat tinggi ke udara, menuju rumah keluarga Gregg! Yang lebih mengejutkan lagi, itik-itik ini tubuhnya besar sekali, seperti manusia. Keluarga Gregg yang melihat maksud itik-itik ini bergegas terbang turun untuk masuk ke rumah mereka. Sayangnya, mereka kalah cepat. Rumah mereka kini dihuni itik-itik yang sebelumnya selalu menjadi barang buruan mereka, dan mereka tidak punya pilihan lain selain tinggal di udara terbuka!

Apa yang akan terjadi pada keluarga Gregg selanjutnya? Mungkinkah mereka bisa merebut kembali rumah mereka dari itik raksasa yang kini justru mengacungkan senjatanya pada mereka? Ataukah mereka harus tinggal di alam bebas selamanya sebagai seekor itik?

Karya Roald Dahl yang satu ini begitu pendek tapi begitu sarat makna. Pesan yang disampaikannya sangat jelas, bahwa kau tidak boleh macam-macam sama itik! Eh... Maksudnya, kau tidak boleh bersikap semena-mena hanya karena merasa dirimu hebat dan lebih kuat. Ya dong, manusia kan jauh lebih kuat daripada itik. Tapi, bukan berarti manusia bisa berbuat seenaknya. Ingat peribahasa, siapa yang menanam dialah yang menuai. Semua perbuatan pasti ada balasannya.

Buku ini masih dalam rangka oleh-oleh saya dari Kompas Gramedia Fair 2012 di Istora Senayan minggu lalu. Senang sekali bisa dapat buku ini dengan harga miring. Sayangnya Gramedia cuman ngadain setahun sekali sih. Itupun kayaknya nggak diberitakan secara besar-besaran. Nggak seperti Islamic Book Fair yang bahkan sudah saya ketahui beritanya dari sebulan bahkan sebelumnya.

Judul : Jari Ajaib
Judul Asli : The Magic Finger
Penulis : Roald Dahl
Penerjemah : Listiana Srisanti
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman : 80
Cetakan : Ketiga, April 2002
ISBN : 978-979-686-757-8

No comments:

Post a Comment